IMG-20260505-WA0039

Memperkuat Sinergi untuk Pendidikan Unggul: SMP Sains An Najah Purwokerto

AnnajahNews – SMP Sains An Najah Purwokerto menggelar rapat kolaboratif antara pihak yayasan dan komite sekolah dalam rangka memperkuat sinergi untuk peningkatan mutu pendidikan. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh khidmat dan semangat kebersamaan, dihadiri oleh para pengurus yayasan, komite sekolah, serta jajaran pimpinan sekolah (05/05).

Acara dibuka secara resmi oleh K.H. Prof. Dr. Moh. Roqib, M.Ag., muassis yayasan SMP Sains An Najah Purwokerto. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kolaborasi antara seluruh elemen pendidikan sebagai kunci dalam membangun lembaga yang unggul dan berdaya saing. Beliau menyoroti peran strategis pendidikan berbasis nilai-nilai keislaman yang adaptif terhadap perkembangan zaman, termasuk integrasi sains dan teknologi.

Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Ketua Komite, beliau Sabar Munanto, M.Pd., yang menegaskan komitmen komite dalam mendukung program-program sekolah. Beliau mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga komunikasi yang efektif dan partisipasi aktif demi kemajuan peserta didik.

Rapat ini membahas berbagai agenda strategis, mulai dari penguatan kurikulum berbasis sains dan keislaman, peningkatan kualitas tenaga pendidik, hingga optimalisasi sarana dan prasarana pembelajaran. Selain itu, forum ini juga menjadi ruang diskusi terbuka untuk menyampaikan aspirasi serta merumuskan langkah-langkah konkret ke depan.

Dengan terselenggaranya rapat kolaboratif ini, diharapkan terbangun kesepahaman dan kerja sama yang semakin erat antara yayasan dan komite, sehingga SMP Sains An Najah Purwokerto dapat terus berkembang sebagai lembaga pendidikan yang unggul, inovatif, dan berkarakter. (Khafifatul Fian)

 

IMG_0061

Pelantikan Pengurus Pesma An Najah 2026: Integrasi Kepemimpinan, Kaderisasi Kuat, dan Kolaborasi sebagai Kunci Kemajuan

AnnajahNews– Pesantren Mahasiswa (Pesma) An Najah Purwokerto secara resmi melantik jajaran pengurus baru yang terdiri dari Pengurus Pusat, Madrasah Diniyyah, Pengurus Komplek, serta OSMA (Organisasi Santri Mahasiswa). Prosesi pelantikan dilaksanakan di serambi Masjid Pesma An Najah dan dipimpin langsung oleh Pengasuh Pesma, K.H. Prof. Dr. Mohammad Roqib, M.Ag (4/4).

Pelantikan ini menjadi momentum strategis dalam melanjutkan estafet kepemimpinan sekaligus memperkuat sistem organisasi yang adaptif dan inklusif. Dalam struktur terbaru, Pengurus Pusat dibentuk secara integratif antara santri putra dan putri, sebagai wujud sinergi, kesetaraan, dan penguatan tata kelola organisasi berbasis kolaborasi.

Adapun yang dilantik sebagai Lurah Pesma An Najah Purwokerto Masa Khidmat 2026/2027 adalah Najah Puput Masruri, yang diharapkan mampu mengemban amanah kepemimpinan dengan visi yang progresif dan integratif. Sementara itu, posisi Direktur Madrasah Diniyyah (Madin) Pesma An Najah Purwokerto Masa Khidmat 2026/2027 diamanahkan kepada Amin Ma’ruf, yang akan mengawal penguatan tradisi keilmuan dan pendidikan keagamaan di lingkungan Pesma.

Serah terima jabatan Pengurus Pesma An Najah Purwokerto (4/4).

Pada kesempatan tersebut, K.H. Prof. Dr. Mohammad Roqib, M.Ag. menyampaikan lima pesan kunci yang sarat makna dan relevansi kontekstual bagi para pengurus yang baru dilantik.

Pertama, kepemimpinan adalah amanah yang berkaitan erat dengan iman, aman, dan imun.
Kepemimpinan tidak sekadar jabatan struktural, tetapi merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. Iman menjadi fondasi moral, “aman” mencerminkan kemampuan menghadirkan rasa kepercayaan dan ketenangan dalam organisasi, sementara “imun” menunjukkan ketahanan pemimpin dari godaan penyimpangan, konflik, dan kepentingan pribadi.

Kedua, kaderisasi adalah keniscayaan dalam kehidupan organisasi.
Setiap individu harus siap dalam tiga fase: siap memimpin, siap digantikan, dan siap “lengser”. Prinsip ini menegaskan pentingnya regenerasi yang sehat. Organisasi yang ingin terus maju harus memiliki sistem kaderisasi yang kuat dan berkelanjutan.

Ketiga, menumbuhkan mental “jika orang lain bisa, saya juga bisa.”
Semangat ini menjadi energi penting dalam membangun kepercayaan diri dan daya juang. Ikhtiar maksimal perlu disertai kesadaran bahwa takdir memiliki jalannya sendiri—dan pada akhirnya, setiap orang akan menemukan perannya masing-masing.

Keempat, kesuksesan akan lebih mudah diraih melalui kolaborasi.
Tidak ada keberhasilan besar yang dicapai secara individual. Sinergi antar pengurus, lintas unit, serta kekompakan tim menjadi fondasi utama dalam mewujudkan program yang berdampak.

Kelima, tidak ada sosok hebat dan berpengaruh tanpa organisasi.
Organisasi merupakan ruang pembelajaran dan penggemblengan kepemimpinan. Dari sinilah lahir pribadi-pribadi yang tangguh, visioner, dan mampu memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.

Pelantikan ini diharapkan menjadi titik awal bagi para pengurus untuk menjalankan amanah dengan penuh integritas, tanggung jawab, dan semangat pengabdian. Dengan kepemimpinan yang integratif serta kaderisasi yang kuat, Pesma An Najah Purwokerto optimis mampu melahirkan generasi santri mahasiswa yang unggul, berdaya saing, dan berkontribusi luas bagi umat dan bangsa. (IS)


*SPMB SMP Sains An Najah Purwokerto Batch 2 masih DIBUKA! 📢*

​📍 Daftar Sekarang di: bit.ly/SPMB-SMP-Sains-Annajah
📞 Hubungi Admin: 085189000857 / 088214874023

#SMPSainsAnNajah #AnNajah #pesmaannajah

_MG_9762

EduFest An Najah 2026, Event Perdana SMP Sains An Najah Purwokerto Angkat Semangat Qur’an dan Bahasa

PurwokertoSMP Sains An Najah Purwokerto untuk pertama kalinya menyelenggarakan EduFest An Najah 2026 dengan tema “Shine with Qur’an and Languages”. Kegiatan ini digelar pada Jumat, 17 Januari 2026, dan diikuti oleh siswa kelas V dan VI SD/MI sederajat sebarlingmascakeb plus.

Sebagai event perdana, EduFest An Najah 2026 menjadi langkah awal SMP Sains An Najah Purwokerto dalam menghadirkan kegiatan edukatif yang mengintegrasikan nilai Qur’ani dan kecakapan bahasa. Babak final lomba dilaksanakan secara offline di lingkungan sekolah dengan antusiasme tinggi dari para peserta dan pendamping.

Tiga cabang lomba dipertandingkan dalam EduFest An Najah 2026, yaitu Tahfidzul Qur’an, Pidato Bahasa Arab, dan Pidato Bahasa Inggris. Ketiga cabang ini dirancang untuk melatih keberanian tampil, meningkatkan kepercayaan diri, serta menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an dan bahasa asing sejak usia sekolah dasar.

Kepala SMP Sains An Najah Purwokerto, Wifdatun Nisa, S.Pd., A.H., dalam sambutannya menyampaikan bahwa EduFest An Najah merupakan bagian dari ikhtiar sekolah dalam membangun ekosistem pendidikan yang mendorong prestasi sekaligus pembentukan karakter. Menurutnya, anak-anak perlu diberikan ruang yang positif untuk mengekspresikan kemampuan terbaik yang dimiliki.

Sementara itu, Pengasuh Pesantren Mahasiswa (Pesma) An Najah, K.H. Prof. Dr. Mohammad Roqib, M.Ag., menekankan pentingnya keseimbangan antara penguatan nilai Al-Qur’an dan penguasaan bahasa dalam dunia pendidikan. Ia menyampaikan bahwa integrasi spiritualitas dan kompetensi global menjadi fondasi penting bagi generasi masa depan.

Puncak kegiatan EduFest An Najah 2026 ditandai dengan pengumuman pemenang dan penganugerahan juara yang dilaksanakan pada hari yang sama. Para juara memperoleh piala, voucher beasiswa, uang pembinaan, serta souvenir sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang diraih.

Pada cabang Tahfidzul Qur’an, juara pertama diraih oleh Keisha Alviena Zahira dari SD Al Irsyad Al Islamiyyah 02 Purwokerto, disusul Balqis Tsalju Syakira dari MI Ma’arif NU Kalisari sebagai juara kedua, dan Mufti Aji Ibnu Syarif dari MI Ma’arif NU Pageraji sebagai juara ketiga.

(Kepala SMP Sains An Najah Purwokerto menyerahkan piala penghargaan kepada Balqis Tsalju – Juara 2 Lomba Tahfidzul Qur’an)

Cabang Pidato Bahasa Inggris menempatkan Muhammad Rizky Ramadhan dari MIN 1 Banyumas sebagai juara pertama, Naryza Yumna Shakila dari MIN 1 Banyumas sebagai juara kedua, dan Qorri Humaira Ashidiq sebagai juara ketiga. Sementara itu, pada cabang Pidato Bahasa Arab, juara pertama diraih oleh Kafa Billahi Waliyya dari MI Ma’arif NU Langgongsari, juara kedua Hafoza Khaira Lubna dari MIN 1 Banyumas, dan juara ketiga Putut Diaz Nugroho dari MI Darul Hikmah Bantarsoka.

Melalui penyelenggaraan EduFest An Najah 2026, SMP Sains An Najah Purwokerto berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda berkelanjutan yang menginspirasi siswa SD/MI untuk terus berprestasi, mencintai Al-Qur’an, serta mengembangkan kemampuan bahasa sebagai bekal masa depan.

Sebagai bagian dari pengenalan lingkungan dan program pendidikan, SMP Sains An Najah Purwokerto juga memberikan informasi terkait Open Admission bagi masyarakat yang ingin mengenal lebih dekat sistem pendidikan, program unggulan, serta skema beasiswa yang tersedia. Informasi lengkap dapat diakses melalui kanal resmi sekolah.

📌 Informasi & Layanan Open Admission SMP Sains An Najah Purwokerto
📞 WhatsApp: 085189000857
📧 Email: smpsainsannajahpurwokerto@gmail.com
🌐 Website: www.smpsainsannajah.sch.id
📱 Instagram & Tiktok: @smpsainsannajah
📘 Facebook: SMP Sains An Najah Purwokerto

Melalui berbagai kanal informasi tersebut, masyarakat dapat memperoleh gambaran menyeluruh mengenai visi pendidikan, kegiatan pengembangan siswa, serta lingkungan belajar di SMP Sains An Najah Purwokerto.

sil dan pos

Saat Liburan Menjadi Jalan Ilmu: Refleksi SIIL & POSS ke-20 Pesma An Najah

Liburan kerap dimaknai sebagai jeda dari rutinitas, termasuk dari aktivitas belajar. Namun, Pesantren Mahasiswa An Najah Purwokerto justru memberi makna lain: liburan adalah ruang untuk menumbuhkan diri. Semangat inilah yang mewarnai pembukaan Studi Islam Intensif Liburan dan Pekan Olahraga Seni Santri (SIIL & POSS) ke-20, yang digelar pada Kamis malam, 2 Januari 2026, di Masjid lantai 3 Pesma An Najah.

(Kajian Tematik: Membangun Jejaring Santri Gen Z di Era Digital)

Mengusung tema “Semarak Liburan Santri, Mengaji, dan Menginspirasi”, SIIL & POSS menjadi ikhtiar pesantren dalam menghadirkan liburan yang bernilai. Di tengah hiruk-pikuk pengumuman duniawi yang kerap menjanjikan kesuksesan instan, agenda ini justru menawarkan jalan keilmuan: kajian kitab kuning, kajian tematik, serta perlombaan yang diikuti seluruh santri sebagai sarana belajar, berlatih, dan bertumbuh.

(Kreativitas tanpa batas: Olahraga dan Edutainment)

Acara yang dimulai pukul 20.30 WIB berlangsung khidmat. Dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari ketua panitia, lurah pesantren, dan direktur Madrasah Diniyah. Puncak refleksi tersaji dalam Mau‘idhah Hasanah yang disampaikan oleh Pengasuh Pesantren Mahasiswa An Najah, K.H. Prof. Dr. Mohammad Roqib, M.Ag., sebelum ditutup dengan lantunan shalawat oleh Luthfunnajah.

Dalam mau‘idhahnya, beliau menegaskan bahwa mencari ilmu tidak mengenal kata libur. Bahkan, proses belajar telah dimulai jauh sebelum manusia lahir. Dalam perspektif Islam, pendidikan bersifat pranatal—sejak ruh ditiupkan ke dalam janin pada usia empat bulan, pendengaran menjadi indera pertama yang dibuka. Artinya, belajar adalah proses seumur hidup (long life education), dari kandungan hingga akhir hayat.

Beliau juga mengingatkan bahwa banyak orang ingin sukses, tetapi tidak semua bersedia menempuh jalan kesuksesan. Sukses tidak hadir dengan menunggu, melainkan diikhtiarkan melalui strategi, mekanisme, dan prosedur yang benar. Dalam konteks seorang murid, kunci utamanya adalah irādah—kemauan yang kuat—dan ṭalabah, kesungguhan dalam mencari ilmu. Ciri orang yang berpotensi sukses, lanjut beliau, dapat dilihat dari sejauh mana ia merespons stimulus kehidupan secara total, menjadikan setiap simbol kehidupan sebagai pelajaran, dan tidak pernah merasa “selesai” dalam belajar.

(“Yang terpenting dari seorang murid adalah iradah dan thalabah” – K.H. Prof. Dr. Mohammad Roqib, M.Ag.)

Namun ikhtiar tidak berdiri sendiri. Ada mekanisme spiritual yang menyertainya, yakni doa. Perpaduan antara usaha yang sungguh-sungguh dan ketergantungan kepada Allah menjadi fondasi penting dalam proses meraih keberhasilan.

Melalui SIIL & POSS ke-20, Pesantren Mahasiswa An Najah tidak hanya mengisi liburan santri dengan kegiatan, tetapi juga menanamkan kesadaran: bahwa belajar adalah jalan panjang yang harus ditempuh dengan kesungguhan, konsistensi, dan spiritualitas. Sebab yang terpenting dari seorang murid bukan sekadar capaian, melainkan kemauan untuk terus belajar dan bertumbuh. (Sofi Amelia/Ketua Komunitas Pondok Pena)

aiss posss

Silaturahmi dan Kolaborasi Pendidikan: SMP Sains An Najah Purwokerto Kunjungi Aqabah International School (AIS) Jombang

AnnajahNews — Dalam rangka mempererat silaturahmi dan memperluas wawasan pengembangan lembaga pendidikan Islam modern, SMP Sains An Najah Purwokerto melakukan kunjungan edukatif ke Aqabah International School (AIS) Jombang) (26/04).

Kunjungan ini dipimpin oleh Prof. Dr. K.H. Mohammad Roqib, M.Ag., Pengasuh Pesantren Mahasiswa (Pesma) An Najah Purwokerto sekaligus pendiri SMP Sains An Najah Purwokerto, lembaga pendidikan formal yang dikembangkan sebagai bagian dari visi Pesma An Najah untuk membangun generasi berilmu, berakhlak, dan berwawasan global.

Rombongan disambut hangat oleh Pengasuh Utama AIS, K.H. Ahmad Junaidi Hidayat, S.H., dan Direktur AIS, Masrur, di lingkungan pesantren yang memadukan nilai tradisi salafus shalih dengan semangat modernitas global.

Pertemuan ini menjadi wadah saling berbagi praktik baik (best practice) dalam pengelolaan lembaga pendidikan Islam berbasis pesantren. Aqabah International School dikenal memiliki visi kuat sebagai “School of Life, Global Vision, Spirit and Tradition”, dengan pendekatan pendidikan yang menyeimbangkan pesantren studies, STEAM dan social studies, serta global exposure.

Dalam sesi dialog, Prof. Dr. K.H. Mohammad Roqib, M.Ag., menyampaikan apresiasinya terhadap inovasi pendidikan di AIS:

“Pertemuan ini mempertemukan dua semangat besar: membangun generasi beriman, berilmu, dan berdaya saing global tanpa kehilangan akar tradisi pesantren. Dari sini, pendidikan Islam dapat terus bertransformasi menjawab tantangan zaman,” ujarnya.

Selain berdiskusi tentang strategi manajemen, kurikulum, dan penguatan SDM guru, kedua lembaga juga menjajaki peluang kolaborasi dalam program penguatan kepemimpinan, riset pendidikan, dan pengembangan jejaring antar pesantren modern.

Kunjungan diakhiri dengan ramah tamah dan foto bersama di lingkungan Aqabah International School, menandai langkah sinergis dua lembaga pendidikan Islam progresif yang berkomitmen mencetak generasi unggul berkarakter, berilmu, dan berwawasan global.

 

📍 SMP Sains An Najah Purwokerto
Sekolah berbasis boarding school yang mengintegrasikan sains, iman, dan akhlak, serta menjadi bagian dari pengembangan pendidikan formal Pesantren Mahasiswa (Pesma) An Najah Purwokerto.

Open Admission (SPMB)

📞 Info & Registration:  0851-8900-0857
🌐 Website: smpsainsannajah.sch.id | pesmaannajah.com
📲 IG & TikTok: @smpsainsannajahpurwokerto

Biru dan Oren Poster Geometris Modern Penerimaan Peserta Didik Baru (Instagram Post (45)) (1)

Resmi! Telah Dibuka Pendaftaran Murid Baru SMP Sains An Najah Purwokerto: An Najah Islamic Boarding School Tahun Ajaran 2026/2027

AnnajahNews SMP Sains An Najah Purwokerto resmi membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Pelajaran 2026/2027. Sekolah ini merupakan pengembangan lembaga pendidikan formal dari Pesantren Mahasiswa An Najah Purwokerto, yang telah lama berkiprah dalam pengembangan pendidikan Islam berbasis pesantren.

Pendirian SMP Sains An Najah Purwokerto merupakan bagian dari komitmen pesantren dalam melahirkan generasi Islam yang cerdas, berakhlak mulia, dan berdaya saing global, tanpa meninggalkan akar spiritual serta budaya luhur bangsa. Dengan sistem boarding school (pesantren), sekolah ini mengintegrasikan pembelajaran formal dan pembinaan keagamaan secara terpadu. Para siswa tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga nyantri dan tinggal di lingkungan pesantren, sehingga pendidikan karakter, spiritualitas, dan kedisiplinan tertanam secara utuh.

K.H. Prof. Dr. Mohammad Roqib, M.Ag., selaku Pengasuh Pesantren Mahasiswa An Najah Purwokerto sekaligus Pendiri SMP Sains An Najah Purwokerto, menegaskan

“SMP Sains An Najah Purwokerto didesain sebagai sekolah yang terintegrasi dengan pola pendidikan berbasis pesantren (boarding school). Kami berkomitmen menjadikan pesantren sebagai laboratorium kehidupan global, tempat tumbuhnya generasi berilmu, beriman, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan zaman dengan nilai-nilai kenabian.”

Segera daftarkan putra-putri terbaik Anda untuk menjadi bagian dari keluarga besar SMP Sains An Najah Purwokerto (An Najah Islamic Boarding School) — tempat tumbuhnya pemimpin muda Qur’ani, cerdas, dan berkarakter.


🌟 Program Unggulan SMP Sains An Najah Purwokerto

1️⃣ Tahfidzul Qur’an — Pembinaan intensif hafalan Al-Qur’an dengan metode tahsin-tahfidz yang terukur dan berkelanjutan.
2️⃣ Sains dan Teknologi — Penguatan literasi sains dan keterampilan teknologi digital untuk menyiapkan generasi unggul era 5.0.
3️⃣ Pengembangan Bahasa Arab dan Inggris — Program bilingual agar siswa mampu berkomunikasi global dengan dasar keislaman yang kuat.
4️⃣ Prophetic Leadership — Pembinaan kepemimpinan terpadu yang membentuk siswa berilmu, beriman, dan berakhlak mulia berdasarkan nilai-nilai kenabian Nabi Muhammad SAW.

📅 Periode Pendaftaran:

  • Gelombang I: 1 Oktober – 31 Desember 2025

  • Gelombang II: 2 Januari – 31 Mei 2026

📍 Lokasi:
Jl. Baturraden B, Kutasari, Kec. Baturraden, Kab. Banyumas, Prov. Jawa Tengah | Jl. Moh. Besar No. 10, Kec. Baturraden, Kab. Banyumas, Prof. Jawa Tengah.

🌐 Informasi & Pendaftaran:
📲 WhatsApp: 0851-8900-0857 (Admin 1) | 0882-1487-4023 (Admin 2)
📧 Email: smpsainsannajahpurwokerto@gmail.com
💻 Online: bit.ly/SPMB-SMP-Sains-Annajah | www.smpsainsannajah.sch.id

bit.ly/SPMB-SMP-Sains-Annajah
bit.ly/SPMB-SMP-Sains-Annajah

🏫 Offline: Kantor SMP Sains An Najah Purwokerto

🔗 Media Sosial Resmi:
🌍 Website: www.pesmaannajah.com | www.smpsainsannajah.sch.id
📘 Facebook: SMP Sains An Najah Purwokerto
📸 Instagram: @smpsainsannajahpurwokerto

“Berakhlak Mulia, Meraih Prestasi”


#SPMBSMPSainsAnNajah
#AnNajahIslamicBoardingSchool
#BoardingSchoolPurwokerto
#BerakhlakMuliaMeraihPrestasi

IMG_20250918_222920

Santri Pesma An Najah Dalami Moderasi Beragama dalam Perspektif Global: dari Jepang, Tiongkok, Australia hingga Inggris

AnnajahNews – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berupa Dialog Keberagaman dengan tema “Strategi Penguatan Moderasi Beragama di Pesantren Mahasiswa An Najah Purwokerto.” Kegiatan yang dipimpin oleh Ulul Huda, S.Pd.I., M.Si. ini berlangsung pada Kamis malam, 18 September 2025, di Pesantren Mahasiswa (Pesma) An Najah Purwokerto.

Dialog menghadirkan empat narasumber, yakni Roy Andreas, Ph.D., Haryadi, Ph.D., Prof. Dr. Ir. Suwarto, MS., dan Dr. Ir. V. Prihananto.

(Pemaparan materi oleh Bpk. Roy Andreas, P.hd)
(Pemaparan materi oleh Bpk. Roy Andreas, P.hd)

 

Dalam pemaparannya, Roy Andreas, Ph.D. berbagi pengalaman keberagamaan di Jepang dan Tiongkok. Ia menjelaskan bahwa umat Islam di Jepang meski kecil jumlahnya, tumbuh dinamis melalui komunitas mahasiswa, pusat studi Islam, dan keberadaan Islamic Center yang menjadi pusat ibadah sekaligus ruang silaturahmi lintas budaya. Di Tiongkok, selain tradisi Islam Tionghoa yang khas, sejumlah Islamic Center juga menjadi simbol keberadaan umat Islam, meskipun dalam praktiknya tetap menghadapi dinamika regulasi negara. Menurutnya, pengalaman ini menunjukkan pentingnya Islamic Center sebagai pusat moderasi, tempat umat Islam berdialog dengan masyarakat luas, membangun toleransi, sekaligus menjaga identitas keagamaan.

Sementara itu, Haryadi, P.hd., mengulas potret keberagamaan di Australia dan Inggris (London). Ia menuturkan, meski umat Islam merupakan minoritas, mereka mendapat ruang cukup baik untuk mengekspresikan identitas keagamaan, termasuk melalui masjid dan organisasi komunitas. Kerukunan dapat terjaga berkat regulasi negara yang inklusif serta kultur dialogis yang terbuka.

(Bpk. Haryadi, P.hd., saat menyampaikan materi)

Adapun Prof. Dr. Ir. Suwarto, MS. memberikan motivasi dan tips kepada santri agar progresif dan sukses. Ia juga menekankan bahwa moderasi beragama harus berjalan seiring dengan etos kerja keras, keterbukaan berpikir, dan inovasi. “Santri yang moderat tidak boleh pasif. Justru harus progresif, siap bersaing, dan membawa nilai Islam rahmatan lil ‘alamin dalam setiap kiprah akademik maupun sosial,” tegasnya.

Dr. Ir. V. Prihananto menambahkan, moderasi beragama perlu diintegrasikan ke dalam pendidikan dan aktivitas sosial pesantren agar menjadi sikap hidup yang nyata dalam keseharian santri.

Acara ini turut dihadiri oleh K.H. Prof. Dr. Mohammad Roqib, M.Ag., Pengasuh Pesma An Najah sekaligus Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Banyumas. Beliau menyambut baik program pengabdian UNSOED dan memperkenalkan Pesma An Najah sebagai pesantren mahasiswa yang mengintegrasikan religiusitas, kebangsaan, dan kepedulian sosial.

“Pesma An Najah adalah ruang pembentukan karakter. Santri dibekali wawasan keagamaan sekaligus keterampilan sosial agar mampu menjadi kader bangsa yang toleran, moderat, dan berwawasan global. Kehadiran UNSOED melalui program pengabdian ini menjadi penguat bagi visi tersebut,” ungkapnya.

(Foto tim pengabdian LPPM Unsoed bersama Pengasuh dan Santri Pesma An Najah)

 

Dialog yang diikuti seluruh santri Pesma An Najah berlangsung dinamis dan penuh antusiasme. Melalui kegiatan ini, UNSOED menegaskan komitmennya untuk mendukung penguatan moderasi beragama, sekaligus memperkokoh harmoni sosial dalam masyarakat Indonesia yang majemuk.(IS)

DSC02005

Pesma An Najah Gelar Gema Sholawat Peringati Maulid Nabi dan Milad Luthfunnajah ke-11

AnnajahNews Pesantren Mahasiswa (Pesma) An Najah Purwokerto bersama pengurus Masjid Baitul Mukmin Kutasari menggelar Gema Sholawat dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Milad Luthfunnajah ke-11 pada malam Ahad, 20 September 2025. Dengan mengusung tema “Memperkuat Iman dan Ukhuwah dalam Maulid dan Milad Luthfunnajah”, acara berlangsung penuh kekhidmatan dan diwarnai lantunan sholawat oleh Gus Aris Fathoni.

Ketua panitia, Faris Yusro, dalam prakatanya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung, khususnya sinergi antara Pesma An Najah dan pengurus Masjid Baitul Mukmin yang selama ini terjalin erat. Ia juga menegaskan bahwa perjalanan 11 tahun Luthfunnajah adalah bukti konsistensi santri Pesma dalam menjadikan sholawat sebagai media dakwah, kebersamaan, dan kecintaan kepada Rasulullah SAW.

Pengasuh Pesma An Najah, K.H. Prof. Dr. Mohammad Roqib, M.Ag., yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Gus Anjaha Naufal Muhammad, S.Sos., menekankan tiga hal utama yang harus dihidupkan dalam peringatan Maulid. Pertama, memperbanyak sholawat kepada Rasulullah SAW. Kedua, meneladani akhlak Nabi dalam kehidupan sehari-hari. Ketiga, terus belajar dan menuntut ilmu sebagai bagian dari meneladani perjuangan Nabi Muhammad SAW.

Sinau terus sundul langit, ini menjadi bagian dari motto Pesma An Najah. Apapun dan di manapun kita berada, menuntut ilmu adalah cara terbaik meneladani Rasulullah,” tegas Gus Anjaha.

Luthfunnajah sendiri merupakan grup sholawat dan hadroh Pesma An Najah yang lahir dari semangat santri untuk bersholawat dan melestarikan tradisi kesenian Islam. Selama 11 tahun perjalanannya, Luthfunnajah telah menjadi garda depan syiar Islam melalui lantunan sholawat, menghadirkan suasana spiritual di berbagai acara, sekaligus menjadi ruang ekspresi seni Islami bagi santri Pesma An Najah pada khususnya.

Acara ini turut dihadiri oleh pengurus takmir Masjid Baitul Mukmin, para alumni yang tergabung dalam Luthfunnajah, seluruh santri Pesma An Najah, serta jamaah Masjid Baitul Mukmin, sehingga menambah suasana kebersamaan dan kekhidmatan dalam memperingati Maulid Nabi sekaligus Milad Luthfunnajah. (IS)

 

OPKIS 2025

OPKIS Pesantren Mahasiswa An Najah 2025: Bekal Spiritual dan Intelektual Santri Mahasiswa

AnnajahNews – Pesantren Mahasiswa (Pesma) An Najah sukses menyelenggarakan OPKIS (Orientasi Pesantren dan Kajian Islam Santri) tahun 2025 dengan tema “Aktualisasi Nilai-Nilai Wasathiyah Guna Mewujudkan Santri yang Berakhlaqul Karimah.” Kegiatan ini berlangsung sejak Kamis, 28 Agustus 2025 hingga Ahad, 07 September 2025, dan diikuti dengan penuh antusias oleh para santri baru.

Ketua Panitia, Manarul Anwar Hidayat, menjelaskan bahwa OPKIS bukan sekadar agenda pengenalan, tetapi juga pembinaan awal bagi santri mahasiswa agar siap mengintegrasikan nilai akademik, spiritual, dan akhlak.

“Kami berharap OPKIS menjadi bekal awal bagi santri dalam menapaki perjalanan panjang di Pesma An Najah, agar mampu berprestasi di kampus sekaligus menjaga akhlakul karimah,” ujarnya.

Pada sesi pembukaan, Pengasuh Pesma An Najah, K.H. Prof. Dr. Mohammad Roqib, M.Ag., memberikan pengarahan penuh hikmah kepada santri baru. Beliau menekankan bahwa dalam menuntut ilmu, santri harus memilih guru dengan sanad keilmuan yang jelas agar ilmu yang didapat membawa keberkahan.

“Santri harus mantap dan yakin, bahwa keputusan untuk mondok di Pesma An Najah adalah pilihan yang tepat. Semua orang tua tentu berharap anak-anaknya berprestasi, dan prestasi yang paling utama adalah akhlakul karimah,” tutur Abah Roqib.

Tidak hanya itu, Abah Roqib juga membagikan perjalanan hidupnya sejak kecil kepada para santri. Beliau bercerita bagaimana perjuangan dalam belajar, berdisiplin, serta menjaga semangat meski dalam keterbatasan. Kisah itu disampaikan untuk memberi teladan nyata bahwa kesungguhan, keikhlasan, dan kesabaran adalah kunci meraih keberhasilan.

Sebagai wujud partisipasi santri, Raihan Nur Hidayat (Kang Santri 2025) dan Indri Lestari Putri (Mbak Santri 2025) menyampaikan prakata mewakili santri baru. Keduanya mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih karena telah diberi kesempatan untuk memulai langkah awal tholabul ‘ilmi di Pesma An Najah. Mereka juga berkomitmen untuk belajar dengan sungguh-sungguh, meraih prestasi, dan menjaga akhlak mulia.

Kegiatan OPKIS resmi ditutup pada Ahad, 07 September 2025 oleh Ny. Hj. Noortri Y. Muthmainnah, S.Ag. Dalam penutupannya, beliau memberikan motivasi agar santri istiqamah menjaga integritas diri, menyeimbangkan antara ilmu, iman, dan amal, serta menjadi generasi yang bermanfaat bagi umat dan bangsa. Berprestasi di pesantren maupun di kampus.

Selama sepuluh hari, OPKIS menghadirkan rangkaian kegiatan yang kaya makna, mulai dari kajian keislaman, pengenalan tradisi pesantren, pembinaan organisasi, hingga praktik ibadah berjamaah. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai seluruh rangkaian acara, menjadikan OPKIS sebagai pengalaman berharga bagi santri baru.

Dengan terselenggaranya OPKIS 2025, Pesantren Mahasiswa An Najah berharap lahir generasi santri mahasiswa yang mampu mengaktualisasikan nilai-nilai wasathiyah dalam kehidupan sehari-hari, berprestasi di bidang kepesantrenan dan akademik, serta menjadi teladan dengan akhlakul karimah. (IS)

Kegiatan Orientasi Pesantren Lingkungan oleh LP3I di Pesantren Mahasiswa An Najah Purwokerto

 

Hari/Tanggal: Sabtu–Minggu, 5–6 Juli 2025
Waktu: 13.30 – 09.00 WIB
Tempat: Pesantren Mahasiswa An Najah
Peserta: 20 Mahasiswa LP3I College Purwokerto

 

Pendahuluan

Dalam rangka menumbuhkan nilai-nilai religius, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap lingkungan, LP3I College Purwokerto menyelenggarakan kegiatan Orientasi Pesantren Lingkungan (OPL). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembentukan karakter mahasiswa baru, khususnya dalam menciptakan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademis, namun juga memiliki akhlak dan tanggung jawab sosial yang tinggi.

Orientasi ini berlangsung selama dua hari satu malam, mulai hari Sabtu, 5 Juli 2025 pukul 13.30 WIB hingga Minggu pagi, 6 Juli 2025 pukul 09.00 WIB, dan bertempat di area Pesantren Mahasiswa An Najah. Sebanyak 20 mahasiswa LP3I turut ambil bagian dalam kegiatan ini. Para peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang telah disusun oleh panitia, dengan suasana penuh semangat, kekeluargaan, dan nilai-nilai spiritual yang kuat.

Rangkaian Kegiatan

Kegiatan diawali dengan sesi kumpul dan absensi peserta pada pukul 13.30 WIB. Seluruh peserta hadir tepat waktu dan menunjukkan antusiasme sejak awal. Setelah proses absensi selesai, para peserta diarahkan untuk berangkat menuju lokasi pesantren pada pukul 13.45 WIB. Suasana kebersamaan mulai terjalin dalam perjalanan ini, karena para peserta tidak hanya saling mengenal, namun juga saling mendukung satu sama lain.

 

Sesampainya di lokasi, acara pembukaan resmi dilangsungkan pada pukul 14.00 WIB. Tim panitia menyampaikan sambutan dan pengarahan mengenai tujuan serta tata tertib selama kegiatan berlangsung. Pembukaan ini menjadi momen awal yang penting dalam membangun semangat spiritual dan kerja sama tim.

Setelah pembukaan, para peserta bersama panitia melakukan persiapan tempat hingga pukul 15.10 WIB. Kegiatan ini tidak hanya dimaksudkan sebagai bentuk tanggung jawab terhadap lingkungan, namun juga sebagai pembelajaran praktis tentang pentingnya kerapian dan kebersihan dalam lingkungan Pesantren Mahasiswa An Najah.

Tepat pukul 15.10 WIB, para peserta melaksanakan salat Ashar berjamaah, yang dipandu langsung oleh panitia. Kegiatan salat berjamaah ini menjadi bagian dari pembiasaan spiritual yang sangat penting dalam kehidupan pesantren dan mahasiswa Muslim secara umum.

Usai salat, kegiatan dilanjutkan dengan sesi materi bertajuk “Pentingnya Tharah dan Menjaga Jannah Bagi Remaja” pada pukul 15.30 WIB hingga 17.10 WIB. Materi ini disampaikan oleh para pemateri ikhwan dan akhwat yang telah dibagi berdasarkan tempat. Dalam sesi ini, para peserta diajak memahami pentingnya menjaga kebersihan diri, lingkungan, dan jiwa, serta bagaimana hal tersebut menjadi bagian dari nilai-nilai Islam.

Pukul 17.10 – 18.00 WIB merupakan waktu ISHOMA (istirahat, salat Maghrib, dan makan malam). Waktu ini dimanfaatkan peserta untuk menyegarkan diri sekaligus mempererat tali silaturahmi dengan sesama peserta maupun panitia.

 

Setelah ISHOMA, kegiatan dilanjutkan dengan Khataman Al-Qur’an pada pukul 18.00 – 18.53 WIB. Seluruh peserta mengikuti kegiatan ini dengan khidmat. Kegiatan khataman menjadi refleksi spiritual bagi para peserta untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui kalam-Nya.

Selanjutnya, salat Isya berjamaah dilaksanakan pada pukul 18.53 – 19.10 WIB. Kemudian, kegiatan dilanjutkan dengan dialog bersama pengasuh pondok dan pengurus pesantren pada pukul 19.10 hingga 20.50 WIB. Dalam sesi ini, peserta mendapat banyak wawasan tentang kehidupan di Pesantren Mahasiswa An Najah, nilai-nilai yang dijunjung tinggi, serta tantangan dan keutamaan yang bisa didapatkan dari kehidupan sederhana namun bermakna tersebut.

Selepas itu, peserta diberikan waktu untuk istirahat mulai pukul 20.50 WIB hingga pukul 03.00 dini hari. Waktu istirahat ini sangat penting untuk memulihkan energi agar peserta bisa kembali mengikuti kegiatan esok hari dengan optimal.

Pada pukul 03.00 WIB dini hari, kegiatan salat Tahajud berjamaah dimulai. Ini merupakan salah satu agenda yang memiliki nilai spiritual tinggi dan menjadi ciri khas kegiatan pesantren. Para peserta merasakan suasana yang tenang dan khusyuk dalam bermunajat kepada Allah di sepertiga malam terakhir.

Kemudian, kegiatan dilanjutkan dengan salat Subuh berjamaah pada pukul 04.00 – 04.30 WIB. Setelahnya, para peserta mengikuti ngaji pagi yang dimulai pukul 06.00 hingga 07.00 WIB. Dalam sesi ngaji ini, peserta diajak untuk membaca dan memahami ayat-ayat Al-Qur’an sekaligus memetik nilai-nilai moral dan kehidupan darinya.

Setelah ngaji, peserta diberi waktu untuk sarapan pagi pada pukul 07.00 – 07.30 WIB. Sarapan disediakan oleh panitia, dan suasana kebersamaan sangat terasa saat para peserta duduk bersama dan saling berbagi cerita pengalaman semalam.

Pada pukul 08.00 – 08.40 WIB, peserta melaksanakan kegiatan Roan atau bersih-bersih lingkungan pesantren. Kegiatan ini bertujuan membentuk sikap tanggung jawab dan cinta kebersihan dalam diri setiap peserta. Mereka membersihkan lingkungan sekitar Pesantren Mahasiswa An Najah dengan penuh semangat, menciptakan suasana yang bersih dan nyaman.

Akhirnya, seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi Sayonara atau perpisahan pada pukul 08.40 – 09.00 WIB. Dalam momen ini, banyak peserta yang merasa terharu karena telah melalui satu malam penuh makna bersama teman-teman baru dalam suasana pesantren. Ada yang mengungkapkan rasa syukur, kebahagiaan, bahkan keinginan untuk kembali merasakan suasana seperti ini di kemudian hari.

 

Penutup

Kegiatan Orientasi Pesantren Lingkungan (OPL) LP3I College Purwokerto ini berjalan dengan lancar dan sukses. Seluruh peserta menunjukkan antusiasme tinggi serta semangat kebersamaan yang luar biasa. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mendapat pengalaman spiritual yang mendalam, tetapi juga pelajaran tentang pentingnya menjaga kebersihan, menghormati sesama, dan menjunjung tinggi nilai-nilai agama.

Panitia mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta, pengasuh pondok, serta semua pihak yang telah membantu menyukseskan kegiatan ini. Harapan ke depannya, kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan dan menjadi budaya positif yang melekat dalam kehidupan mahasiswa LP3I College Purwokerto.