2025-05-28 (1)

Mantan Menag RI – Dr. (H.C), K.H. Lukman Hakim Saifuddin, M.A., Apresiasi Berdirinya SMP Sains An Najah Purwokerto

AnNajah News – Suasana hangat terasa di Pesantren An Najah Purwokerto saat Menteri Agama RI periode 2014-2019, Dr. (H.C), K.H. Lukman Hakim Saifuddin, M.A., bersama sejumlah mantan rektor PTKIN dari berbagai daerah di Indonesia hadir dalam agenda silaturahim, Sabtu (16/5).

Namun, di balik ramah tamah dengan sajian mendoan khas Banyumas dan soto Lamongan, ada satu hal yang mencuri perhatian para tamu. Hal itu adalah hadirnya SMP Sains An Najah Purwokerto, sekolah baru yang sedang dipersiapkan untuk menjawab tantangan pendidikan generasi masa depan.

Pengasuh Pesma An Najah Purwokerto, Prof. Dr. K.H. Mohammad Roqib, M.Ag., menjelaskan bahwa SMP Sains An Najah akan mulai membuka pembelajaran pada Juli 2026 mendatang. Meski baru dibuka, SMP Sains An Najah Purwokerto mulai mendapat perhatian masyarakat. Hingga pertengahan Mei 2026, tercatat sebanyak 34 calon siswa telah mendaftar.

“Kami masih membuka penerimaan murid baru sesuai kuota dua kelas yang telah ditetapkan,” ujar Prof. Dr. K.H. Mohammad Roqib, M.Ag., di hadapan para tamu undangan.

Menjawab Tantangan Zaman

Menurut Prof. Dr. K.H. Mohammad Roqib, M.Ag.,  SMP Sains An Najah hadir bukan sekadar menjadi sekolah biasa. Sekolah ini dirancang untuk menggabungkan kekuatan moral, penguasaan Al-Qur’an, dan kemampuan sains teknologi dalam satu sistem pendidikan.

Ia menilai tantangan generasi muda saat ini bukan hanya soal akademik, tetapi juga karakter dan akhlak.

“Anak-anak hari ini harus memiliki moralitas yang kuat, memahami Al-Qur’an dengan baik, sekaligus mampu menguasai sains dan teknologi,” jelasnya.

Konsep itu juga diperkuat dengan lingkungan pesantren yang sudah lebih dulu berkembang di Pesma An Najah. Saat ini, pesantren tersebut memiliki 11 komplek asrama yang tersebar di empat RT dan menyatu dengan kehidupan masyarakat sekitar.

Beberapa program unggulan yang selama ini berjalan di antaranya tahfidz Al-Qur’an dan pengembangan bahasa Arab, Jawa Krama Inggil, serta bahasa Inggris melalui program AARJEC.

Dapat Dukungan Tokoh Nasional dan para Akademisi

Kehadiran SMP Sains An Najah ternyata mendapat perhatian positif dari para Akademisi Perguruan Tinggi Islam yang hadir dalam silaturahim tersebut.

Dr. (H.C), K.H. Lukman Hakim Saifuddin, M.A., menyampaikan apresiasi atas semangat Prof. Dr. K.H. Mohammad Roqib, M.Ag., dalam mengembangkan pendidikan yang tidak hanya fokus pada ilmu pengetahuan, tetapi juga membangun nilai kemanusiaan dan kebersamaan.

Dalam suasana santai, ia bahkan menyoroti luasnya pergaulan lintas agama yang dimiliki Prof. Dr. K.H. Mohammad Roqib, M.Ag. Diketahui bahwa selain menjadi Pengasuh Pesantren An Najah, ia juga sebagai Ketua FKUB Banyumas. Sebelum agenda silaturahim berlangsung, pada pagi harinya Dr. (H.C.) K.H. Lukman Hakim Saifuddin, M.A., juga turut hadir dalam kegiatan Gowes Kerukunan yang diselenggarakan FKUB Banyumas.

“Biasanya teman-teman kami itu Ahmad atau Fauzi. Tapi Pak Roqib ini temannya ada Yohanes, Yosua, dan lainnya. Saya sangat mengapresiasi persahabatan lintas iman seperti ini,” katanya.

Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa lingkungan pendidikan di An Najah tidak hanya berbicara soal kecerdasan akademik, tetapi juga semangat toleransi dan hidup berdampingan di tengah masyarakat yang beragam.

Dari Mendoan hingga Pendidikan Masa Depan

Silaturahim yang berlangsung sederhana itu terasa begitu hangat. Para tamu menikmati hidangan khas Banyumas sambil berbincang tentang masa depan pendidikan Islam Indonesia.

(Dr. (H.C) K.H. Lukman Hakim Saifuddin berfoto bersama para Mantan Rektor PTKIN di Pesantren An Najah Purwokerto)

Beberapa Mantan Rektor PTKIN yang hadir antara lain Prof. Dr. H. Mudhofir (Surakarta), Prof. Dr. H. Ibrahim Siregar (Padang Sidempuan), Prof. Dr. Masdar Hilmi (Surabaya), Prof. Dr. H. Mukri (Lampung), Prof. Dr. H. Mudzakir (Kudus), Prof. Dr. Hj. Amani Lubis (Jakarta), Prof. Dr. Ilyasin (Samarinda), Prof. Dr. Hj. Nurjanah (UIN Metro),, hingga Rektor UIN Saizu Prof. Dr. H. Ridwan beserta istri.

Di akhir acara, Prof. Dr. H. Mukri yang juga Ketua PBNU menyampaikan doa dan harapan agar Pesantren  dan SMP Sains An Najah Purwokerto dapat terus berkembang dan membawa manfaat luas bagi umat dan masyarakat. Doa penutup kemudian dipimpin oleh Prof. Dr. Mudzakir dari UIN Kudus. (Irkham Auladi)

IMG-20260519-WA0008

Mantan Menag RI, Dr. (H.C), K.H. Lukman Hakim Saifuddin, M.A., dan Para Mantan Rektor PTKIN Bersilaturahmi ke Pesantren An Najah Purwokerto

AnNajahNews – Menteri Agama Republik Indonesia periode 2014–2019, Dr. (H.C.) K.H. Lukman Hakim Saifuddin, M.A., bersama sejumlah mantan Rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dari berbagai daerah melakukan kunjungan silaturahmi ke Pesantren An Najah Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu (16/5/2026). Kunjungan tersebut didampingi oleh Rektor Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Prof. Dr. H. Ridwan, M.Ag.

Pengasuh Pesantren An Najah Purwokerto, Prof. Dr. K.H. Mohammad Roqib, M.Ag., yang juga pernah menjabat sebagai Rektor IAIN Purwokerto (2019–2021), Rektor UIN Saizu Purwokerto (2021–2024), Ketua FKUB Banyumas, serta Wakil Ketua A’wan Syuriah PWNU Jawa Tengah, menyambut hangat kedatangan para tamu dengan jamuan khas Banyumas berupa mendoan dan soto Lamongan yang disiapkan oleh para santri.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. K.H. Mohammad Roqib, M.Ag., memaparkan berbagai perkembangan pesantren yang diasuhnya. Pesantren An Najah kini telah memiliki 11 asrama atau komplek, termasuk komplek takhassus tahfidz Al-Qur’an serta pengembangan bahasa Arab, Jawa Krama Inggil, dan bahasa Inggris melalui program AARJEC (An Najah Arabic, Javanese, and English Community). Seluruh komplek tersebut tersebar di empat RT dan menyatu langsung dengan kehidupan masyarakat sekitar.

Beliau juga menyampaikan bahwa pesantren tengah membuka penerimaan murid baru untuk SMP Sains An Najah Purwokerto dengan kuota dua kelas pada tahun pelajaran yang dimulai Juli 2026. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 34 calon murid telah mendaftar. Menurutnya, SMP Sains An Najah hadir sebagai respons terhadap tantangan global dengan mengedepankan tiga pilar utama, yakni penguatan moralitas peserta didik, pemahaman Al-Qur’an, serta penguasaan sains dan teknologi.

Selain itu, Prof. Dr. K.H. Mohammad Roqib, M.Ag., juga menyampaikan kabar bahagia atas kelahiran cucu keduanya dari pasangan Najiha Yustika Ghina Puspita dan Muhammad Nailul Muna. Pada kesempatan tersebut, beliau turut memohon doa dan dukungan bagi rencana sang menantu yang akan melanjutkan studi doktoral (S-3) di University of Birmingham, Inggris.

Mewakili seluruh rombongan, Dr. (H.C.) K.H. Lukman Hakim Saifuddin, M.A. menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari Pesantren An Najah. Ia mengungkapkan bahwa kunjungannya ke Purwokerto kali ini merupakan pertemuan keempatnya dengan Prof. Dr. K.H. Mohammad Roqib, M.Ag., dalam berbagai forum berbeda, termasuk kegiatan Gowes Kerukunan yang diselenggarakan oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Banyumas pada pagi harinya.

Dalam kesempatan tersebut, Lukman Hakim Saifuddin juga mengapresiasi sikap inklusif Pengasuh Pesantren An Najah yang memiliki jejaring pertemanan lintas agama.

“Biasanya para mantan rektor yang hadir ini pertemanannya sesama Ahmad, Fauzi, dan nama-nama Islam lainnya. Namun tidak demikian dengan Pak Roqib. Saat gowes tadi saya melihat kawan-kawannya ada Yohanes, Yosua, dan lainnya,” ujarnya.

Prof. Dr. K.H. Mohammad Roqib, M.Ag., juga membagikan kisah historis mengenai proses penamaan UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto (UIN saizu). Saat masih menjabat sebagai Rektor IAIN Purwokerto (2019) dan mengusulkan nama Prof. K.H. Saifuddin Zuhri sebagai nama universitas yang tengah berproses alih status menjadi UIN, Lukman Hakim Saifuddin sempat merasa keberatan. Sebagai putra Prof. K.H. Saifuddin Zuhri sekaligus Menteri Agama saat itu, ia khawatir usulan tersebut dipersepsikan sebagai kehendak pribadinya.

Namun, setelah meminta pendapat kepada K.H. Mustofa Bisri (Gus Mus) dan K.H. Maimun Zubair (Mbah Mun), keduanya justru mendukung penggunaan nama Prof. K.H. Saifuddin Zuhri dan menilai bahwa menolaknya tidak tepat.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dan doa penutup yang dipimpin oleh Prof. Dr. H. Mukri, mantan Rektor UIN Lampung sekaligus pengurus PBNU, atas permintaan Lukman Hakim Saifuddin. Doa penutup dipimpin oleh Prof. Dr. Mudzakir, mantan Rektor UIN Kudus.

Silaturahmi ini dihadiri sekitar 30 orang beserta pendamping dari berbagai PTKIN dan UIN Saizu Purwokerto, di antaranya: Dr. (H.C.) K.H. Lukman Hakim Saifuddin, M.A. beserta istri (Menteri Agama RI 2014–2019); Prof. Dr. K.H. Mohammad Roqib, M.Ag. (Pengasuh Pesantren An Najah/UIN Saizu Purwokerto); Prof. Dr. H. Mudhofir beserta istri (UIN Surakarta); Prof. Dr. H. Ibrahim Siregar beserta istri (UIN Padangsidimpuan); Prof. Dr. Masdar Hilmi beserta istri (UIN Surabaya); Prof. Dr. H. Mukri beserta istri (UIN Lampung / PBNU); Prof. Dr. H. Mudzakir beserta istri  (UIN Kudus); Prof. Dr. Hj. Amani Lubis (UIN Jakarta); Prof. Dr. Ilyasin beserta istri (UIN Samarinda); Prof. Dr. Hj. Nurjanah beserta suami (UIN Metro); Nyai Hj. A’la (Sumenep, Madura); Prof. Dr. H. Ridwan beserta istri (UIN Saizu Purwokerto).

Kunjungan silaturahmi ini mencerminkan kuatnya jaringan keilmuan dan ukhuwah di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri. Selain itu, momentum ini juga menjadi ruang strategis untuk memperkuat pengembangan Pesantren An Najah sebagai lembaga pendidikan Islam yang berdaya saing global, moderat, dan inklusif. (ANM)

 

_MG_9762

EduFest An Najah 2026, Event Perdana SMP Sains An Najah Purwokerto Angkat Semangat Qur’an dan Bahasa

PurwokertoSMP Sains An Najah Purwokerto untuk pertama kalinya menyelenggarakan EduFest An Najah 2026 dengan tema “Shine with Qur’an and Languages”. Kegiatan ini digelar pada Jumat, 17 Januari 2026, dan diikuti oleh siswa kelas V dan VI SD/MI sederajat sebarlingmascakeb plus.

Sebagai event perdana, EduFest An Najah 2026 menjadi langkah awal SMP Sains An Najah Purwokerto dalam menghadirkan kegiatan edukatif yang mengintegrasikan nilai Qur’ani dan kecakapan bahasa. Babak final lomba dilaksanakan secara offline di lingkungan sekolah dengan antusiasme tinggi dari para peserta dan pendamping.

Tiga cabang lomba dipertandingkan dalam EduFest An Najah 2026, yaitu Tahfidzul Qur’an, Pidato Bahasa Arab, dan Pidato Bahasa Inggris. Ketiga cabang ini dirancang untuk melatih keberanian tampil, meningkatkan kepercayaan diri, serta menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an dan bahasa asing sejak usia sekolah dasar.

Kepala SMP Sains An Najah Purwokerto, Wifdatun Nisa, S.Pd., A.H., dalam sambutannya menyampaikan bahwa EduFest An Najah merupakan bagian dari ikhtiar sekolah dalam membangun ekosistem pendidikan yang mendorong prestasi sekaligus pembentukan karakter. Menurutnya, anak-anak perlu diberikan ruang yang positif untuk mengekspresikan kemampuan terbaik yang dimiliki.

Sementara itu, Pengasuh Pesantren Mahasiswa (Pesma) An Najah, K.H. Prof. Dr. Mohammad Roqib, M.Ag., menekankan pentingnya keseimbangan antara penguatan nilai Al-Qur’an dan penguasaan bahasa dalam dunia pendidikan. Ia menyampaikan bahwa integrasi spiritualitas dan kompetensi global menjadi fondasi penting bagi generasi masa depan.

Puncak kegiatan EduFest An Najah 2026 ditandai dengan pengumuman pemenang dan penganugerahan juara yang dilaksanakan pada hari yang sama. Para juara memperoleh piala, voucher beasiswa, uang pembinaan, serta souvenir sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang diraih.

Pada cabang Tahfidzul Qur’an, juara pertama diraih oleh Keisha Alviena Zahira dari SD Al Irsyad Al Islamiyyah 02 Purwokerto, disusul Balqis Tsalju Syakira dari MI Ma’arif NU Kalisari sebagai juara kedua, dan Mufti Aji Ibnu Syarif dari MI Ma’arif NU Pageraji sebagai juara ketiga.

(Kepala SMP Sains An Najah Purwokerto menyerahkan piala penghargaan kepada Balqis Tsalju – Juara 2 Lomba Tahfidzul Qur’an)

Cabang Pidato Bahasa Inggris menempatkan Muhammad Rizky Ramadhan dari MIN 1 Banyumas sebagai juara pertama, Naryza Yumna Shakila dari MIN 1 Banyumas sebagai juara kedua, dan Qorri Humaira Ashidiq sebagai juara ketiga. Sementara itu, pada cabang Pidato Bahasa Arab, juara pertama diraih oleh Kafa Billahi Waliyya dari MI Ma’arif NU Langgongsari, juara kedua Hafoza Khaira Lubna dari MIN 1 Banyumas, dan juara ketiga Putut Diaz Nugroho dari MI Darul Hikmah Bantarsoka.

Melalui penyelenggaraan EduFest An Najah 2026, SMP Sains An Najah Purwokerto berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda berkelanjutan yang menginspirasi siswa SD/MI untuk terus berprestasi, mencintai Al-Qur’an, serta mengembangkan kemampuan bahasa sebagai bekal masa depan.

Sebagai bagian dari pengenalan lingkungan dan program pendidikan, SMP Sains An Najah Purwokerto juga memberikan informasi terkait Open Admission bagi masyarakat yang ingin mengenal lebih dekat sistem pendidikan, program unggulan, serta skema beasiswa yang tersedia. Informasi lengkap dapat diakses melalui kanal resmi sekolah.

📌 Informasi & Layanan Open Admission SMP Sains An Najah Purwokerto
📞 WhatsApp: 085189000857
📧 Email: smpsainsannajahpurwokerto@gmail.com
🌐 Website: www.smpsainsannajah.sch.id
📱 Instagram & Tiktok: @smpsainsannajah
📘 Facebook: SMP Sains An Najah Purwokerto

Melalui berbagai kanal informasi tersebut, masyarakat dapat memperoleh gambaran menyeluruh mengenai visi pendidikan, kegiatan pengembangan siswa, serta lingkungan belajar di SMP Sains An Najah Purwokerto.

ChatGPT Image Feb 4, 2026, 03_04_39 AM

ISTAFTI QOLBAK

Oleh: K.H. Prof. Dr. Mohammad Roqib, M.Ag.

Orientasi dan rujukan kehidupan manusia itu pada hati nuraninya. Jika ada perbedaan antara pikir (otak) dan dzikir (hati) maka pilihlah hati karena hati nurani tidak pernah bohong. Jika ada perbedaan antar individu, kelompok, organisasi, bahkan negara (misalnya Amerika vs Iran) kemudian analisis disampaikan dan argumentasi digelar untuk menguatkan pandangannya sekali lagi mintalah fatwa pada hatimu (istafti qolbak).

Selama mata masih melihat dan telinga masih mendengar maka perbedaan akan selalu ada dan menyita perhatian publik, pada saat yang demikian kita fungsikan bashiroh, mata hati untuk memberikan jawab dan solusi.

Meski dunia kita hari ini –dan selamanya– belum “nyaman” dihuni karena manusia selalu dengan rakusnya ingin menguasai, tetaplah kita harus pandai bersyukur. Dengan syukur, dunia ini bisa menjadi ladang akhirat yang menentramkan dan membahagiakan.

Wallahu a’lam bisshowab

Open Admission (SPMB) SMP Sains An Najah Purwokerto
🌐 www.sampsainsannajah.sch.id

📞 Information & Registration: 0857-9988-3533

📲 Follow us on social media: Instagram & TikTok — @smpsainsannajahpurwokerto

#SMP_Sains_AnNajah
#AnNajahBoardingSchool
#IslamicEducation
#FutureLeaders

1_0T2daR7MghoZDoc2DzpD1g

Ekoteologi di Pesantren Mahasiswa An Najah Purwokerto

Oleh: K.H. Prof. Dr. Mohammad Roqib, M.Ag.

Pesantren Mahasiswa (Pesma) An Najah sejak berdiri tahun 2010 lalu telah mengangkat tema dan pemikiran tentang ekoteologi berupa kontekstualisasi nilai teologis dalam kajian Aqidah Islamiyah juga kajian fiqh dan akhlak tasawuf baik saat ngaji kitab kuning dan kajian reflektif di beberapa momen yang diadakan oleh pesantren. Bukan saja kajian teoritis dalam halaqah di ruang ngaji atau kajian, ajaran ini juga diaplikasikan dalam kehidupan para santri. Teologi aplikatif yang akhir-akhir ini dipopulerkan dengan istilah ekoteologi terus diupayakan oleh Pesma untuk keberlangsungan kehidupan manusia bersama makhluk lain alam semesta ini.

Pada tanggal 29 – 31 Oktober 2025 dilaksanakan kegiatan  AICIS, Annual international Conference on Islam, Science, and Sosiety di UIII (Universitas Islam Internasional Indonesia) Depok dengan mengambil tema Islam, Ecotheology, and Technological Transformation: Multidiciplinary Innovations for an Equitable and Sustainable Future. Kajian ekoteologi dalam konferensi ini sesuai dengan kegiatan pesantren yang selama ini telah dilaksanakan. Tradisi Pesma mendapatkan dukungan teori yang didiskusikan serius dalam program tahunan konferensi ini sekaligus menemukan momentumnya saat ini.

Ekoteologi merupakan kajian tentang hubungan antara keyakian agama dan lingkungan di mana pemeluk agama ini hidup. Terdapat keterkaitan erat antara teologi dan lingkungan yang dipahami secara integratif dalam satu kesatuan utuh kemudian bagaimana teologi seseorang ini berdaya untuk memahami lingkungan, menemukan fungsi dan manfaatnya kemudian berpengaruh dalam sikap dan perilaku positifnya terhadap lingkungan bukan sajadi sisni dan saat ini tetapi di alam semesta untuk keberlangsungan hidup sepanjang masa.

Manusia secara teologis diciptakan oleh Allah untuk menyembah dan mengabdi kepada Allah di alam dan bersama makhluk ciptaan Allah lainnya yang dalam kebersamaannya itu manusia menjaga agar antar makhluk ini terjalin hubungan mesra, istimewa, dan mutualistik. Tugas dalam harmonitas sesama alam ciptaan Allah ini menjadi tanggungjawabnya di hadapan Penciptanya. Sikap merendahkan alam sekecil apapun dia sama artinya dengan merendahkan Penciptanya untuk itu alam harus diposisikan terhormat di mata hatinya dan harus dijaga kelestariaanya. Substainebel alam, bukan saja makhluk hidup tetapi semua ciptaan-Nya, harus mendapatkan tempat dan fungsi edukatif untuk menjadi media meraih keridloan Allah padanya.

Harmonitas ini terkoneksi dalam ikatan moralitas teologis sehingga semakin kuat keagamaan seseorang akan semakin erat hubungan mesranya dengan makhluk lain dan memberikan apresiasi tinggi bahwa semua ciptaan pasti banyak memberikan manfaat dalam bentuknya yang ragam baik itu sudah dapat dipahami oleh manusia maupun yang masih misterius, mahjub atau tertutup. Dalam posisi yang masih merterius ini menjadi kewajiban manusia untuk membukanya dalam kecanggihan ilmu dan teknologi. Ilmu dan teknologi telah membuka rahasia alam yang selama ini menjadi misteri dan selanjutnya mengantarkan pada pemahaman keagungan Tuhan Yang Menciptakannya.

Kembali ke pesantren An Najah yang terus berusaha melakukan aplikasi ekoteologi ini, di antaranya berupa pembuatan biopori secara sederhana yaitu membuat lobang-lobang di beberapa titik baik dengan media galon cat yang ditanam dan sekitarnya diberi puing-puing terlebih dahulu sebelum diurug dengan tanah. Saat hujan, air dialirkan ke dalamnya melalui lobang tutupnya atau di sela-sela puing yang menutupinya. Pesma juga membuat semacam sepitang untuk menyimpan air hujan yang dindingnya dibuat lobang-lobang sehingga air di dalamnya dapat meresap perlahan ke pori-pori tanah sekitarnya. Fakta selama ini membuktikan bahwa dengan teknik sederhana ini air hujan yang deras sekalipun dapat tertampung.  Melalui media biopori ini bisa menjadi cadangan air di musim kemarau dan menahan banjir di musim hujan.

Selain itu ekoteologi berupa cinta alam dengan mejaga kebersihannya yang dilakukan oleh santri yang dipandu oleh pengasuh setiap hari dan utamanya di hari libur secara massal dilakukan kegiatan Ro’an (sebutan dari kata Arab mubarokan, yang dalam lidah Jawa kemudian disingkat dengan istilah Ro’an). Dalam ro’an ini para santri membersihkan kamar, asrama atau komplek, jalan sekitar, juga kali atau sungai di sekitar pesantren. Upaya ini diperkuat penanaman pohon atau taman bunga di lahan atau kebun yang dimiliki (pengasuh) pesantren. Kegiatan ini merupakan upaya untuk menjaga agar bumi ini tetap hijau dan nyaman dihuni oleh manusia Bersama makhluk lainnya.

Demikian sebagian teknik sederhana model Pesantren An Najah yang merupakan aplikasi ekoteologi dalam pengembangan lingkungan berkelanjutan, konservasi alam, dan bentuk kesadaran lingkungan berdimensi religius yang mendasar dan kokoh. Tradisi ini terus diwariskan dan didesiminasi dalam kehidupan santri yang turun temurun sehingga menjadi subkultur bagi santri di manapun dan kapanpun mereka hidup.

Depok, 30 Oktober 2025

aiss posss

Silaturahmi dan Kolaborasi Pendidikan: SMP Sains An Najah Purwokerto Kunjungi Aqabah International School (AIS) Jombang

AnnajahNews — Dalam rangka mempererat silaturahmi dan memperluas wawasan pengembangan lembaga pendidikan Islam modern, SMP Sains An Najah Purwokerto melakukan kunjungan edukatif ke Aqabah International School (AIS) Jombang) (26/04).

Kunjungan ini dipimpin oleh Prof. Dr. K.H. Mohammad Roqib, M.Ag., Pengasuh Pesantren Mahasiswa (Pesma) An Najah Purwokerto sekaligus pendiri SMP Sains An Najah Purwokerto, lembaga pendidikan formal yang dikembangkan sebagai bagian dari visi Pesma An Najah untuk membangun generasi berilmu, berakhlak, dan berwawasan global.

Rombongan disambut hangat oleh Pengasuh Utama AIS, K.H. Ahmad Junaidi Hidayat, S.H., dan Direktur AIS, Masrur, di lingkungan pesantren yang memadukan nilai tradisi salafus shalih dengan semangat modernitas global.

Pertemuan ini menjadi wadah saling berbagi praktik baik (best practice) dalam pengelolaan lembaga pendidikan Islam berbasis pesantren. Aqabah International School dikenal memiliki visi kuat sebagai “School of Life, Global Vision, Spirit and Tradition”, dengan pendekatan pendidikan yang menyeimbangkan pesantren studies, STEAM dan social studies, serta global exposure.

Dalam sesi dialog, Prof. Dr. K.H. Mohammad Roqib, M.Ag., menyampaikan apresiasinya terhadap inovasi pendidikan di AIS:

“Pertemuan ini mempertemukan dua semangat besar: membangun generasi beriman, berilmu, dan berdaya saing global tanpa kehilangan akar tradisi pesantren. Dari sini, pendidikan Islam dapat terus bertransformasi menjawab tantangan zaman,” ujarnya.

Selain berdiskusi tentang strategi manajemen, kurikulum, dan penguatan SDM guru, kedua lembaga juga menjajaki peluang kolaborasi dalam program penguatan kepemimpinan, riset pendidikan, dan pengembangan jejaring antar pesantren modern.

Kunjungan diakhiri dengan ramah tamah dan foto bersama di lingkungan Aqabah International School, menandai langkah sinergis dua lembaga pendidikan Islam progresif yang berkomitmen mencetak generasi unggul berkarakter, berilmu, dan berwawasan global.

 

📍 SMP Sains An Najah Purwokerto
Sekolah berbasis boarding school yang mengintegrasikan sains, iman, dan akhlak, serta menjadi bagian dari pengembangan pendidikan formal Pesantren Mahasiswa (Pesma) An Najah Purwokerto.

Open Admission (SPMB)

📞 Info & Registration:  0851-8900-0857
🌐 Website: smpsainsannajah.sch.id | pesmaannajah.com
📲 IG & TikTok: @smpsainsannajahpurwokerto

Biru dan Oren Poster Geometris Modern Penerimaan Peserta Didik Baru (Instagram Post (45)) (1)

Resmi! Telah Dibuka Pendaftaran Murid Baru SMP Sains An Najah Purwokerto: An Najah Islamic Boarding School Tahun Ajaran 2026/2027

AnnajahNews SMP Sains An Najah Purwokerto resmi membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Pelajaran 2026/2027. Sekolah ini merupakan pengembangan lembaga pendidikan formal dari Pesantren Mahasiswa An Najah Purwokerto, yang telah lama berkiprah dalam pengembangan pendidikan Islam berbasis pesantren.

Pendirian SMP Sains An Najah Purwokerto merupakan bagian dari komitmen pesantren dalam melahirkan generasi Islam yang cerdas, berakhlak mulia, dan berdaya saing global, tanpa meninggalkan akar spiritual serta budaya luhur bangsa. Dengan sistem boarding school (pesantren), sekolah ini mengintegrasikan pembelajaran formal dan pembinaan keagamaan secara terpadu. Para siswa tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga nyantri dan tinggal di lingkungan pesantren, sehingga pendidikan karakter, spiritualitas, dan kedisiplinan tertanam secara utuh.

K.H. Prof. Dr. Mohammad Roqib, M.Ag., selaku Pengasuh Pesantren Mahasiswa An Najah Purwokerto sekaligus Pendiri SMP Sains An Najah Purwokerto, menegaskan

“SMP Sains An Najah Purwokerto didesain sebagai sekolah yang terintegrasi dengan pola pendidikan berbasis pesantren (boarding school). Kami berkomitmen menjadikan pesantren sebagai laboratorium kehidupan global, tempat tumbuhnya generasi berilmu, beriman, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan zaman dengan nilai-nilai kenabian.”

Segera daftarkan putra-putri terbaik Anda untuk menjadi bagian dari keluarga besar SMP Sains An Najah Purwokerto (An Najah Islamic Boarding School) — tempat tumbuhnya pemimpin muda Qur’ani, cerdas, dan berkarakter.


🌟 Program Unggulan SMP Sains An Najah Purwokerto

1️⃣ Tahfidzul Qur’an — Pembinaan intensif hafalan Al-Qur’an dengan metode tahsin-tahfidz yang terukur dan berkelanjutan.
2️⃣ Sains dan Teknologi — Penguatan literasi sains dan keterampilan teknologi digital untuk menyiapkan generasi unggul era 5.0.
3️⃣ Pengembangan Bahasa Arab dan Inggris — Program bilingual agar siswa mampu berkomunikasi global dengan dasar keislaman yang kuat.
4️⃣ Prophetic Leadership — Pembinaan kepemimpinan terpadu yang membentuk siswa berilmu, beriman, dan berakhlak mulia berdasarkan nilai-nilai kenabian Nabi Muhammad SAW.

📅 Periode Pendaftaran:

  • Gelombang I: 1 Oktober – 31 Desember 2025

  • Gelombang II: 2 Januari – 31 Mei 2026

📍 Lokasi:
Jl. Baturraden B, Kutasari, Kec. Baturraden, Kab. Banyumas, Prov. Jawa Tengah | Jl. Moh. Besar No. 10, Kec. Baturraden, Kab. Banyumas, Prof. Jawa Tengah.

🌐 Informasi & Pendaftaran:
📲 WhatsApp: 0851-8900-0857 (Admin 1) | 0882-1487-4023 (Admin 2)
📧 Email: smpsainsannajahpurwokerto@gmail.com
💻 Online: bit.ly/SPMB-SMP-Sains-Annajah | www.smpsainsannajah.sch.id

bit.ly/SPMB-SMP-Sains-Annajah
bit.ly/SPMB-SMP-Sains-Annajah

🏫 Offline: Kantor SMP Sains An Najah Purwokerto

🔗 Media Sosial Resmi:
🌍 Website: www.pesmaannajah.com | www.smpsainsannajah.sch.id
📘 Facebook: SMP Sains An Najah Purwokerto
📸 Instagram: @smpsainsannajahpurwokerto

“Berakhlak Mulia, Meraih Prestasi”


#SPMBSMPSainsAnNajah
#AnNajahIslamicBoardingSchool
#BoardingSchoolPurwokerto
#BerakhlakMuliaMeraihPrestasi