ChatGPT Image 13 Jun 2026, 01.14.06

Film Pesta Babi: Krisis Ekoteologi di Tanah Ibu Pertiwi

Oleh: Farraz Azzahy Setiaji

Sinema dokumenter di Indonesia telah lama bertransformasi menjadi tempat kritik sosial yang tajam, melampaui fungsi tradisionalnya yang sekadar merekam realitas. Di tengah derasnya arus modernisasi dan ambisi pembangunan nasional, karya-karya dokumenter investigatif hadir sebagai cermin yang memantulkan luka-luka ekologis yang sering kali luput dari narasi utama media arus utama. Salah satu karya yang memicu diskursus publik di pertengahan tahun 2026 adalah film dokumenter berjudul Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita. Film ini diproduksi melalui kolaborasi lintas gerakan antara Watchdoc, Ekspedisi Indonesia Baru, Pusaka Bentala Rakyat, Jubi.id, Greenpeace Indonesia, dan LBH Papua Merauke, serta disutradarai oleh Dandhy Dwi Laksono bersama antropolog Cypri Dale.

Secara simbolik, film Pesta Babi menyoroti realitas pahit yang dihadapi oleh masyarakat adat di Papua Selatan terutama suku Marind, Yei, Awyu, dan Muyu yang ruang hidupnya terancam oleh proyek skala besar swasembada pangan (food estate), perkebunan sawit, dan industri tebu. Di balik judulnya yang satir, ‘Pesta Babi’ menjadi simbolisasi dari sebuah ironi: bagaimana ritual, tradisi, dan kekayaan alam yang seharusnya dikelola secara sakral oleh masyarakat adat justru ‘dipesan’ dan dieksploitasi demi syahwat kapitalistik segelintir elite penguasa dan korporasi.

Eksploitasi masif ini menciptakan krisis ekologis dan kultural yang akut di atas tanah ulayat. Jika ditinjau dari kacamata akademis, apa yang digambarkan dalam film tersebut bukan sekadar isu pelanggaran hak asasi manusia atau sengketa agraria biasa, melainkan sebuah bentuk nyata dari krisis ekoteologi. Tulisan sederhana ini bertujuan untuk membedah krisis ekoteologi di Tanah Ibu Pertiwi melalui lensa film dokumenter Pesta Babi, serta menganalisisnya menggunakan pendekatan konseptual Hifdz al-Bi’ah (perlindungan lingkungan) dalam kerangka Maqashid al-Syari’ah (tujuan-tujuan hukum Islam).

Analisis Sinematik: Mengurai Gurita Korporasi dan Jeritan Ruang Hidup
Dalam film Pesta Babi, penonton disajikan data investigatif dan penelusuran lapangan yang memperlihatkan bagaimana hutan adat perlahan digunduli, sungai-sungai dicemari, dan hak-hak ulayat dipangkas demi kepentingan industri raksasa. Narasi film ini dibangun secara emosional dan faktual melalui kesaksian para tokoh lokal yang berdiri di garis depan perjuangan. Salah satunya adalah Yasinta Moiwend dari suku Marind Anim, yang dengan getir menyaksikan bagaimana hutan tempat mereka berburu dan meramu yang selama berabad-abad menjadi tumpuan hidup berubah wujud menjadi bentangan perkebunan monokultur yang dijaga ketat oleh aparat keamanan.

Tak kalah memilukan, kesaksian Vincent Kwipalo dari suku Yei memperlihatkan dimensi militeristik dalam perampasan lahan tersebut. Ia menemukan tanah milik marganya secara sepihak dipatok dengan papan pengumuman bertuliskan ‘Tanah Milik TNI AD’. Penolakan masyarakat adat terhadap pembongkaran hutan ini membawa mereka pada titik nadir pertahanan terakhir, yang meluas hingga ke pesisir Sungai Digoel. Film ini secara berani menguliti data kepemilikan dan afiliasi bisnis di balik megaproyek tersebut, menunjukkan dengan gamblang siapa saja aktor utama dan penerima manfaat (beneficial ownership) dari pengosongan ruang hidup di Papua Selatan.

Tragisnya, krisis yang digambarkan dalam film ternyata juga tercermin dalam realitas sosial distribusinya di dunia nyata. Sepanjang penayangannya di berbagai daerah di Indonesia pada medio Mei 2026, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) mencatat setidaknya terjadi 21 kali intimidasi serius dan pembubaran paksa terhadap acara nonton bareng (nobar) dan diskusi film Pesta Babi. Mulai dari pembubaran acara setelah tiga menit penayangan di salah satu universitas negeri di Mataram, hingga tekanan dari aparat keamanan di berbagai kota. Fenomena pembungkaman ini mengonfirmasi pesan utama film bahwa ada ketakutan kolektif dari pemegang kekuasaan apabila narasi kerusakan lingkungan dan ketidakadilan agraria ini meluas ke kesadaran publik.

Membaca Krisis Melalui Lensa Ekoteologi
Secara teologis, hubungan antara manusia, Tuhan, dan alam semesta adalah sebuah kesatuan yang utuh (holistik). Pemikir Muslim kontemporer seperti Seyyed Hossein Nasr sering kali menegaskan bahwa krisis lingkungan global pada dasarnya merupakan manifestasi eksternal dari krisis spiritual manusia modern. Ketika manusia melepaskan dimensi sakral dari dirinya, mereka juga mencabut kesucian dari alam semesta. Alam tidak lagi dipandang sebagai ‘ayat-ayat’ (tanda kebesaran) Tuhan yang harus dirawat, melainkan sekadar komoditas materialistis yang siap dikuras habis demi keuntungan finansial.

Krisis inilah yang disebut sebagai krisis ekoteologi. Bagi masyarakat adat di Papua, tanah dan hutan adalah ibu (Ibu Pertiwi) yang memberi kehidupan, tempat di mana spiritualitas leluhur dan identitas kultural mereka melekat. Ketika korporasi datang dengan buldoser atas nama pembangunan, mereka tidak hanya menebang pohon, tetapi juga memutus hubungan spiritual antara manusia dan penciptanya melalui pengrusakan alam. Eksploitasi hutan Papua dalam film Pesta Babi memamerkan keserakahan (israf) dan kerusakan di muka bumi (fasad fil-ardh) yang secara tegas dilarang dalam teks keagamaan. Allah SWT telah memperingatkan dalam Al-Qur’an:
Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya…(QS. Al-A’raf [7]: 56).

Ketika fungsi ekologis bumi dirusak demi kepuasan sesaat sekelompok kecil manusia, maka hak-hak makhluk hidup lainnya termasuk generasi manusia masa depan telah dirampas. ‘Pesta Babi’ dalam konteks ini menjadi metafora bagi perilaku konsumtif dan eksploitatif yang rakus, yang mengorbankan masa depan ekosistem demi pesta pora ekonomi jangka pendek.

Hifdz al-Bi’ah sebagai Fondasi Maqashid kontemporer
Dalam tradisi hukum Islam klasik (fikih), terdapat rumusan konsep al-Dharuriyyat al-Khams (lima kebutuhan primer manusia) yang wajib dilindungi dalam kerangka Maqashid al-Syari’ah, yaitu: menjaga agama (hifdz al-din), jiwa (hifdz al-nafs), akal (hifdz al-aql), keturunan (hifdz al-nasl), dan harta (hifdz al-mal). Namun, merespons eskalasi kerusakan alam di era modern, para ulama kontemporer seperti Yusuf al-Qardhawi (melalui kitabnya Ri’ayat al-Bi’ah fi Syari’ah al-Islam) dan Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) meluncurkan ijtihad transformatif dengan memasukkan Hifdz al-Bi’ah (perlindungan lingkungan) sebagai bagian integral dari tujuan syariat, bahkan menjadikannya prasyarat utama agar kelima kebutuhan primer lainnya dapat terpenuhi.

Hubungan dengan Hifdz al-Nafs (Menjaga Jiwa): Penggundulan hutan skala besar mengecoh siklus hidrologi, memicu bencana banjir, kekeringan, serta hilangnya sumber pangan alami. Ketika hutan Papua Selatan diubah menjadi industri monokultur tebu dan sawit, ketahanan pangan lokal runtuh. Tanpa lingkungan yang sehat, hak hidup manusia secara fisik terancam.

Hubungan dengan Hifdz al-Din (Menjaga Agama): Rusaknya alam menghilangkan sarana manusia untuk merenungi kebesaran Sang Pencipta. Bagi masyarakat adat, kehancuran ruang hidup berarti hilangnya tempat-tempat sakral dan runtuhnya tatanan nilai moral yang selama ini menjaga harmoni sosial mereka.

Hubungan dengan Hifdz al-Mal (Menjaga Harta): Hutan dan tanah ulayat merupakan modalitas ekonomi lestari bagi masyarakat setempat. Konversi lahan secara paksa memindahkan kepemilikan aset kolektif rakyat menjadi milik segelintir korporasi, menciptakan pemiskinan struktural yang nyata.
Oleh karena itu, tindakan merusak lingkungan demi proyek ketahanan pangan yang salah sasaran seperti yang digambarkan dalam Pesta Babi merupakan pelanggaran berat terhadap prinsip Hifdz al-Bi’ah. Islam menuntut manusia menjalankan peran sebagai khalifah fil-ardh (wakil Tuhan di bumi) yang bertugas mengelola dan merawat alam dengan prinsip keadilan, kesederhanaan, dan tanggung jawab, bukan sebagai penakluk yang destruktif.

Kesimpulan
Film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita berhasil membuka tabir krisis ekoteologi yang sedang berlangsung di hilir pembangunan Indonesia, khususnya di tanah Papua Selatan. Pengrusakan hutan adat atas nama proyek swasembada pangan mencerminkan cara pandang antroposentrisme yang akut, di mana alam diposisikan semata-mata sebagai objek eksploitasi tanpa nilai sakral.

Melalui kacamata ekoteologi Islam dan prinsip Hifdz al-Bi’ah, krisis ini menegaskan perlunya rekonstruksi radikal terhadap kebijakan pembangunan nasional. Menjaga nafas Ibu Pertiwi bukan lagi sekadar pilihan etis atau gerakan moral sekunder, melainkan sebuah kewajiban teologis mutlak (fardhu) demi keberlangsungan hidup manusia dan alam. Negara dan korporasi harus menghentikan syahwat eksploitasi yang merampas ruang hidup masyarakat adat, karena merawat bumi adalah bentuk nyata dari menjaga kelangsungan syariat itu sendiri.

Daftar Pustaka
Link Film Pesta babi : https://youtu.be/MpdrWgDRVf8?si=6QHHFc0KKpeHBfQq
https://www.researchgate.net/publication/365858705_Fiqh_Bi’ah_Urgensi_Teologi_Al-Quran
https://kupi.or.id/artikel/berita/seruan-ulama-perempuan-indonesia-terkait-pelestarian-alam-dan-pengelolaan-sampah-berkelanjutan
https://media.neliti.com/media/publications/337854-hakikat-pemikiran-seyyed-hossein-nasr-9bd9faed.pdf
https://ylbhi.or.id/informasi/siaran-pers/pelarangan-pemutaran-film-pesta-babi-adalah-pelanggaran-hukum-dan-tindakan-yang-mengangkangi-konstitusi/

2025-05-28 (1)

Mantan Menag RI – Dr. (H.C), K.H. Lukman Hakim Saifuddin, M.A., Apresiasi Berdirinya SMP Sains An Najah Purwokerto

AnNajah News – Suasana hangat terasa di Pesantren An Najah Purwokerto saat Menteri Agama RI periode 2014-2019, Dr. (H.C), K.H. Lukman Hakim Saifuddin, M.A., bersama sejumlah mantan rektor PTKIN dari berbagai daerah di Indonesia hadir dalam agenda silaturahim, Sabtu (16/5).

Namun, di balik ramah tamah dengan sajian mendoan khas Banyumas dan soto Lamongan, ada satu hal yang mencuri perhatian para tamu. Hal itu adalah hadirnya SMP Sains An Najah Purwokerto, sekolah baru yang sedang dipersiapkan untuk menjawab tantangan pendidikan generasi masa depan.

Pengasuh Pesma An Najah Purwokerto, Prof. Dr. K.H. Mohammad Roqib, M.Ag., menjelaskan bahwa SMP Sains An Najah akan mulai membuka pembelajaran pada Juli 2026 mendatang. Meski baru dibuka, SMP Sains An Najah Purwokerto mulai mendapat perhatian masyarakat. Hingga pertengahan Mei 2026, tercatat sebanyak 34 calon siswa telah mendaftar.

“Kami masih membuka penerimaan murid baru sesuai kuota dua kelas yang telah ditetapkan,” ujar Prof. Dr. K.H. Mohammad Roqib, M.Ag., di hadapan para tamu undangan.

Menjawab Tantangan Zaman

Menurut Prof. Dr. K.H. Mohammad Roqib, M.Ag.,  SMP Sains An Najah hadir bukan sekadar menjadi sekolah biasa. Sekolah ini dirancang untuk menggabungkan kekuatan moral, penguasaan Al-Qur’an, dan kemampuan sains teknologi dalam satu sistem pendidikan.

Ia menilai tantangan generasi muda saat ini bukan hanya soal akademik, tetapi juga karakter dan akhlak.

“Anak-anak hari ini harus memiliki moralitas yang kuat, memahami Al-Qur’an dengan baik, sekaligus mampu menguasai sains dan teknologi,” jelasnya.

Konsep itu juga diperkuat dengan lingkungan pesantren yang sudah lebih dulu berkembang di Pesma An Najah. Saat ini, pesantren tersebut memiliki 11 komplek asrama yang tersebar di empat RT dan menyatu dengan kehidupan masyarakat sekitar.

Beberapa program unggulan yang selama ini berjalan di antaranya tahfidz Al-Qur’an dan pengembangan bahasa Arab, Jawa Krama Inggil, serta bahasa Inggris melalui program AARJEC.

Dapat Dukungan Tokoh Nasional dan para Akademisi

Kehadiran SMP Sains An Najah ternyata mendapat perhatian positif dari para Akademisi Perguruan Tinggi Islam yang hadir dalam silaturahim tersebut.

Dr. (H.C), K.H. Lukman Hakim Saifuddin, M.A., menyampaikan apresiasi atas semangat Prof. Dr. K.H. Mohammad Roqib, M.Ag., dalam mengembangkan pendidikan yang tidak hanya fokus pada ilmu pengetahuan, tetapi juga membangun nilai kemanusiaan dan kebersamaan.

Dalam suasana santai, ia bahkan menyoroti luasnya pergaulan lintas agama yang dimiliki Prof. Dr. K.H. Mohammad Roqib, M.Ag. Diketahui bahwa selain menjadi Pengasuh Pesantren An Najah, ia juga sebagai Ketua FKUB Banyumas. Sebelum agenda silaturahim berlangsung, pada pagi harinya Dr. (H.C.) K.H. Lukman Hakim Saifuddin, M.A., juga turut hadir dalam kegiatan Gowes Kerukunan yang diselenggarakan FKUB Banyumas.

“Biasanya teman-teman kami itu Ahmad atau Fauzi. Tapi Pak Roqib ini temannya ada Yohanes, Yosua, dan lainnya. Saya sangat mengapresiasi persahabatan lintas iman seperti ini,” katanya.

Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa lingkungan pendidikan di An Najah tidak hanya berbicara soal kecerdasan akademik, tetapi juga semangat toleransi dan hidup berdampingan di tengah masyarakat yang beragam.

Dari Mendoan hingga Pendidikan Masa Depan

Silaturahim yang berlangsung sederhana itu terasa begitu hangat. Para tamu menikmati hidangan khas Banyumas sambil berbincang tentang masa depan pendidikan Islam Indonesia.

(Dr. (H.C) K.H. Lukman Hakim Saifuddin berfoto bersama para Mantan Rektor PTKIN di Pesantren An Najah Purwokerto)

Beberapa Mantan Rektor PTKIN yang hadir antara lain Prof. Dr. H. Mudhofir (Surakarta), Prof. Dr. H. Ibrahim Siregar (Padang Sidempuan), Prof. Dr. Masdar Hilmi (Surabaya), Prof. Dr. H. Mukri (Lampung), Prof. Dr. H. Mudzakir (Kudus), Prof. Dr. Hj. Amani Lubis (Jakarta), Prof. Dr. Ilyasin (Samarinda), Prof. Dr. Hj. Nurjanah (UIN Metro),, hingga Rektor UIN Saizu Prof. Dr. H. Ridwan beserta istri.

Di akhir acara, Prof. Dr. H. Mukri yang juga Ketua PBNU menyampaikan doa dan harapan agar Pesantren  dan SMP Sains An Najah Purwokerto dapat terus berkembang dan membawa manfaat luas bagi umat dan masyarakat. Doa penutup kemudian dipimpin oleh Prof. Dr. Mudzakir dari UIN Kudus. (Irkham Auladi)

IMG-20260516-WA0082

FKUB Banyumas Gandeng Mantan Menag RI-Lukman Hakim Saifuddin Gowes Kerukunan 

Purwokerto – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Banyumas menggelar kegiatan Gowes Kerukunan bertajuk “Menyalakan Harapan, Menyemai Perdamaian”, Sabtu (16/5/2026). Kegiatan yang diinisiasi langsung oleh Ketua FKUB Banyumas, Prof. Dr. K.H. Moh. Roqib, M.Ag., bersama pengurus, berlangsung meriah dan penuh nuansa persaudaraan lintas agama.

Kegiatan gowes diikuti oleh Mantan Menteri Agama Republik Indonesia periode 2014–2019, Dr. (H.C.) K.H. Lukman Hakim Saifuddin, M.A., bersama keluarga besar FKUB Banyumas, Forkopimda Banyumas, Polresta Banyumas, Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, tokoh lintas agama, Generasi Muda FKUB Banyumas, FORSA Banyumas, Wanita Lintas Iman Banyumas, pelajar SMA/SMK/MAN di Purwokerto, serta masyarakat umum.

Sebelum pelepasan peserta gowes, Dr. (H.C.) K.H. Lukman Hakim Saifuddin, M.A. menyampaikan apresiasi kepada FKUB Banyumas yang dinilainya konsisten menghadirkan ruang-ruang perjumpaan lintas iman yang menyejukkan. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan wujud nyata moderasi beragama yang tidak hanya berhenti pada wacana, tetapi diwujudkan melalui kebersamaan dan persaudaraan.

(Mantan Menag RI – Dr. (H.C), K.H. Lukman Hakim Saifuddin saat memberikan sambutan sekaligus memimpin start gowes)

 

“Saya mengapresiasi FKUB Banyumas yang terus merawat kerukunan melalui kegiatan kreatif dan membahagiakan seperti ini. Gowes Kerukunan menjadi simbol bahwa keberagaman dapat dirawat dalam suasana persaudaraan dan kegembiraan,” ujarnya.

Prof. Dr. K.H. Moh. Roqib, M.Ag yang juga sebagai Pengasuh Pesantren Mahasiswa An Najah Purwokerto, dalam sambutannya menegaskan bahwa Gowes Kerukunan merupakan agenda rutin FKUB Banyumas dalam memperkuat moderasi beragama, membangun budaya damai, dan mempererat persaudaraan lintas iman di Banyumas.

Menurutnya, kerukunan tidak cukup hanya dibicarakan, tetapi harus diwujudkan melalui perjumpaan, dialog, dan kebersamaan lintas iman dalam kehidupan sehari-hari. Semangat tersebut juga tercermin dalam jargon khas FKUB Banyumas:

“Beda Ning Rukun. Beda itu biasa, rukun itu luar biasa.”

Menurut Ketua Panitia Kegiatan FA. Agus Wahyudi, tema Gowes kali ini ialah “Menyalakan Harapan, Menyemai Perdamaian”. Tema tersebut merupakan ajakan bersama untuk terus menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat Banyumas.

Rute Gowes Kerukunan dimulai dari Pendopo Sipanji Purwokerto, kemudian menuju GKI Purwokerto, Masjid Jami Mangunjaya Purwokerto, dilanjutkan dengan aksi pembagian bunga mawar kepada masyarakat di kawasan GOR Satria Purwokerto. Setelah itu, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Vihara Buddha Dipa Purwokerto, Klenteng Hok Tek Bio Purwokerto, dan berakhir di Gereja Katedral Purwokerto.

(Ketua FKUB Banyumas bersama Lukman Hakim Saifuddin serta rombongan saat berkunjung ke GKI Purwokerto)

Kegiatan gowes ini sekaligus menjadi sarana edukasi lintas agama, khususnya bagi para pelajar SMA/SMK/MAN di Purwokerto yang turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Para peserta diajak mengenal rumah-rumah ibadah lintas agama secara langsung sebagai bentuk pembelajaran moderasi beragama dan penguatan nilai toleransi.

Di setiap rumah ibadah yang dikunjungi, peserta mendapatkan sambutan hangat dari tokoh agama dan pengurus tempat ibadah sebagai simbol persaudaraan dan semangat kebhinekaan. Para pelajar juga diberi kesempatan untuk bertanya serta membuka ruang dialog dengan tokoh agama setempat. Melalui dialog tersebut, peserta dapat memahami nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, dan kehidupan beragama dari perspektif yang lebih luas.

(Rombongan Gowes saat tiba di Klenteng Hok Tek Bio Purwokerto)

Dalam kesempatan tersebut, Ketua FKUB Banyumas, Prof. Dr. K.H. Moh. Roqib, M.Ag., menyerahkan bunga mawar kepada para tokoh agama sebagai simbol kasih, persahabatan, dan perdamaian lintas umat beragama.

Suasana semakin meriah dengan pembagian berbagai doorprize menarik kepada peserta gowes. Hadiah utama berupa televisi, mesin cuci, air fryer, kompor, serta tiga unit sepeda menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta. Salah satu sepeda merupakan hadiah spesial dari Bupati Banyumas, sementara hadiah lainnya berasal dari dukungan para sponsor dan mitra kegiatan.

(Salah satu peserta Gowes dari elemen pelajar mendapatkan doorprize 1 unit sepeda, spesial dari Bupati Banyumas, diserahkan oleh Prof. Dr. K.H. Supani, M.Ag.)

Kegiatan Gowes Kerukunan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat solidaritas sosial dan mempererat hubungan antarumat beragama di Kabupaten Banyumas. Melalui olahraga, silaturahmi, kunjungan ke rumah-rumah ibadah, dan ruang dialog lintas iman, FKUB Banyumas menunjukkan bahwa kerukunan dapat tumbuh melalui langkah-langkah sederhana yang penuh makna.

Di akhir kegiatan, Prof. Dr. K.H. Moh. Roqib, M.Ag., menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Gowes Kerukunan, di antaranya Pemerintah Kabupaten Banyumas, Kapolresta Banyumas, Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, Forkopimda Banyumas, tokoh agama lintas iman, para sponsor, serta seluruh relawan dan masyarakat yang turut berpartisipasi.

Dengan semangat kebersamaan dan persaudaraan, Gowes Kerukunan diharapkan terus menjadi agenda inspiratif dalam merawat toleransi, memperkuat moderasi beragama, serta menyalakan harapan perdamaian di tengah masyarakat Banyumas yang majemuk. (IS)

 

IMG-20260519-WA0008

Mantan Menag RI, Dr. (H.C), K.H. Lukman Hakim Saifuddin, M.A., dan Para Mantan Rektor PTKIN Bersilaturahmi ke Pesantren An Najah Purwokerto

AnNajahNews – Menteri Agama Republik Indonesia periode 2014–2019, Dr. (H.C.) K.H. Lukman Hakim Saifuddin, M.A., bersama sejumlah mantan Rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dari berbagai daerah melakukan kunjungan silaturahmi ke Pesantren An Najah Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu (16/5/2026). Kunjungan tersebut didampingi oleh Rektor Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Prof. Dr. H. Ridwan, M.Ag.

Pengasuh Pesantren An Najah Purwokerto, Prof. Dr. K.H. Mohammad Roqib, M.Ag., yang juga pernah menjabat sebagai Rektor IAIN Purwokerto (2019–2021), Rektor UIN Saizu Purwokerto (2021–2024), Ketua FKUB Banyumas, serta Wakil Ketua A’wan Syuriah PWNU Jawa Tengah, menyambut hangat kedatangan para tamu dengan jamuan khas Banyumas berupa mendoan dan soto Lamongan yang disiapkan oleh para santri.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. K.H. Mohammad Roqib, M.Ag., memaparkan berbagai perkembangan pesantren yang diasuhnya. Pesantren An Najah kini telah memiliki 11 asrama atau komplek, termasuk komplek takhassus tahfidz Al-Qur’an serta pengembangan bahasa Arab, Jawa Krama Inggil, dan bahasa Inggris melalui program AARJEC (An Najah Arabic, Javanese, and English Community). Seluruh komplek tersebut tersebar di empat RT dan menyatu langsung dengan kehidupan masyarakat sekitar.

Beliau juga menyampaikan bahwa pesantren tengah membuka penerimaan murid baru untuk SMP Sains An Najah Purwokerto dengan kuota dua kelas pada tahun pelajaran yang dimulai Juli 2026. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 34 calon murid telah mendaftar. Menurutnya, SMP Sains An Najah hadir sebagai respons terhadap tantangan global dengan mengedepankan tiga pilar utama, yakni penguatan moralitas peserta didik, pemahaman Al-Qur’an, serta penguasaan sains dan teknologi.

Selain itu, Prof. Dr. K.H. Mohammad Roqib, M.Ag., juga menyampaikan kabar bahagia atas kelahiran cucu keduanya dari pasangan Najiha Yustika Ghina Puspita dan Muhammad Nailul Muna. Pada kesempatan tersebut, beliau turut memohon doa dan dukungan bagi rencana sang menantu yang akan melanjutkan studi doktoral (S-3) di University of Birmingham, Inggris.

Mewakili seluruh rombongan, Dr. (H.C.) K.H. Lukman Hakim Saifuddin, M.A. menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari Pesantren An Najah. Ia mengungkapkan bahwa kunjungannya ke Purwokerto kali ini merupakan pertemuan keempatnya dengan Prof. Dr. K.H. Mohammad Roqib, M.Ag., dalam berbagai forum berbeda, termasuk kegiatan Gowes Kerukunan yang diselenggarakan oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Banyumas pada pagi harinya.

Dalam kesempatan tersebut, Lukman Hakim Saifuddin juga mengapresiasi sikap inklusif Pengasuh Pesantren An Najah yang memiliki jejaring pertemanan lintas agama.

“Biasanya para mantan rektor yang hadir ini pertemanannya sesama Ahmad, Fauzi, dan nama-nama Islam lainnya. Namun tidak demikian dengan Pak Roqib. Saat gowes tadi saya melihat kawan-kawannya ada Yohanes, Yosua, dan lainnya,” ujarnya.

Prof. Dr. K.H. Mohammad Roqib, M.Ag., juga membagikan kisah historis mengenai proses penamaan UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto (UIN saizu). Saat masih menjabat sebagai Rektor IAIN Purwokerto (2019) dan mengusulkan nama Prof. K.H. Saifuddin Zuhri sebagai nama universitas yang tengah berproses alih status menjadi UIN, Lukman Hakim Saifuddin sempat merasa keberatan. Sebagai putra Prof. K.H. Saifuddin Zuhri sekaligus Menteri Agama saat itu, ia khawatir usulan tersebut dipersepsikan sebagai kehendak pribadinya.

Namun, setelah meminta pendapat kepada K.H. Mustofa Bisri (Gus Mus) dan K.H. Maimun Zubair (Mbah Mun), keduanya justru mendukung penggunaan nama Prof. K.H. Saifuddin Zuhri dan menilai bahwa menolaknya tidak tepat.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dan doa penutup yang dipimpin oleh Prof. Dr. H. Mukri, mantan Rektor UIN Lampung sekaligus pengurus PBNU, atas permintaan Lukman Hakim Saifuddin. Doa penutup dipimpin oleh Prof. Dr. Mudzakir, mantan Rektor UIN Kudus.

Silaturahmi ini dihadiri sekitar 30 orang beserta pendamping dari berbagai PTKIN dan UIN Saizu Purwokerto, di antaranya: Dr. (H.C.) K.H. Lukman Hakim Saifuddin, M.A. beserta istri (Menteri Agama RI 2014–2019); Prof. Dr. K.H. Mohammad Roqib, M.Ag. (Pengasuh Pesantren An Najah/UIN Saizu Purwokerto); Prof. Dr. H. Mudhofir beserta istri (UIN Surakarta); Prof. Dr. H. Ibrahim Siregar beserta istri (UIN Padangsidimpuan); Prof. Dr. Masdar Hilmi beserta istri (UIN Surabaya); Prof. Dr. H. Mukri beserta istri (UIN Lampung / PBNU); Prof. Dr. H. Mudzakir beserta istri  (UIN Kudus); Prof. Dr. Hj. Amani Lubis (UIN Jakarta); Prof. Dr. Ilyasin beserta istri (UIN Samarinda); Prof. Dr. Hj. Nurjanah beserta suami (UIN Metro); Nyai Hj. A’la (Sumenep, Madura); Prof. Dr. H. Ridwan beserta istri (UIN Saizu Purwokerto).

Kunjungan silaturahmi ini mencerminkan kuatnya jaringan keilmuan dan ukhuwah di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri. Selain itu, momentum ini juga menjadi ruang strategis untuk memperkuat pengembangan Pesantren An Najah sebagai lembaga pendidikan Islam yang berdaya saing global, moderat, dan inklusif. (ANM)

 

IMG-20260505-WA0039

Memperkuat Sinergi untuk Pendidikan Unggul: SMP Sains An Najah Purwokerto

AnnajahNews – SMP Sains An Najah Purwokerto menggelar rapat kolaboratif antara pihak yayasan dan komite sekolah dalam rangka memperkuat sinergi untuk peningkatan mutu pendidikan. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh khidmat dan semangat kebersamaan, dihadiri oleh para pengurus yayasan, komite sekolah, serta jajaran pimpinan sekolah (05/05).

Acara dibuka secara resmi oleh K.H. Prof. Dr. Moh. Roqib, M.Ag., muassis yayasan SMP Sains An Najah Purwokerto. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kolaborasi antara seluruh elemen pendidikan sebagai kunci dalam membangun lembaga yang unggul dan berdaya saing. Beliau menyoroti peran strategis pendidikan berbasis nilai-nilai keislaman yang adaptif terhadap perkembangan zaman, termasuk integrasi sains dan teknologi.

Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Ketua Komite, beliau Sabar Munanto, M.Pd., yang menegaskan komitmen komite dalam mendukung program-program sekolah. Beliau mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga komunikasi yang efektif dan partisipasi aktif demi kemajuan peserta didik.

Rapat ini membahas berbagai agenda strategis, mulai dari penguatan kurikulum berbasis sains dan keislaman, peningkatan kualitas tenaga pendidik, hingga optimalisasi sarana dan prasarana pembelajaran. Selain itu, forum ini juga menjadi ruang diskusi terbuka untuk menyampaikan aspirasi serta merumuskan langkah-langkah konkret ke depan.

Dengan terselenggaranya rapat kolaboratif ini, diharapkan terbangun kesepahaman dan kerja sama yang semakin erat antara yayasan dan komite, sehingga SMP Sains An Najah Purwokerto dapat terus berkembang sebagai lembaga pendidikan yang unggul, inovatif, dan berkarakter. (Khafifatul Fian)

 

IMG_0061

Pelantikan Pengurus Pesma An Najah 2026: Integrasi Kepemimpinan, Kaderisasi Kuat, dan Kolaborasi sebagai Kunci Kemajuan

AnnajahNews– Pesantren Mahasiswa (Pesma) An Najah Purwokerto secara resmi melantik jajaran pengurus baru yang terdiri dari Pengurus Pusat, Madrasah Diniyyah, Pengurus Komplek, serta OSMA (Organisasi Santri Mahasiswa). Prosesi pelantikan dilaksanakan di serambi Masjid Pesma An Najah dan dipimpin langsung oleh Pengasuh Pesma, K.H. Prof. Dr. Mohammad Roqib, M.Ag (4/4).

Pelantikan ini menjadi momentum strategis dalam melanjutkan estafet kepemimpinan sekaligus memperkuat sistem organisasi yang adaptif dan inklusif. Dalam struktur terbaru, Pengurus Pusat dibentuk secara integratif antara santri putra dan putri, sebagai wujud sinergi, kesetaraan, dan penguatan tata kelola organisasi berbasis kolaborasi.

Adapun yang dilantik sebagai Lurah Pesma An Najah Purwokerto Masa Khidmat 2026/2027 adalah Najah Puput Masruri, yang diharapkan mampu mengemban amanah kepemimpinan dengan visi yang progresif dan integratif. Sementara itu, posisi Direktur Madrasah Diniyyah (Madin) Pesma An Najah Purwokerto Masa Khidmat 2026/2027 diamanahkan kepada Amin Ma’ruf, yang akan mengawal penguatan tradisi keilmuan dan pendidikan keagamaan di lingkungan Pesma.

Serah terima jabatan Pengurus Pesma An Najah Purwokerto (4/4).

Pada kesempatan tersebut, K.H. Prof. Dr. Mohammad Roqib, M.Ag. menyampaikan lima pesan kunci yang sarat makna dan relevansi kontekstual bagi para pengurus yang baru dilantik.

Pertama, kepemimpinan adalah amanah yang berkaitan erat dengan iman, aman, dan imun.
Kepemimpinan tidak sekadar jabatan struktural, tetapi merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. Iman menjadi fondasi moral, “aman” mencerminkan kemampuan menghadirkan rasa kepercayaan dan ketenangan dalam organisasi, sementara “imun” menunjukkan ketahanan pemimpin dari godaan penyimpangan, konflik, dan kepentingan pribadi.

Kedua, kaderisasi adalah keniscayaan dalam kehidupan organisasi.
Setiap individu harus siap dalam tiga fase: siap memimpin, siap digantikan, dan siap “lengser”. Prinsip ini menegaskan pentingnya regenerasi yang sehat. Organisasi yang ingin terus maju harus memiliki sistem kaderisasi yang kuat dan berkelanjutan.

Ketiga, menumbuhkan mental “jika orang lain bisa, saya juga bisa.”
Semangat ini menjadi energi penting dalam membangun kepercayaan diri dan daya juang. Ikhtiar maksimal perlu disertai kesadaran bahwa takdir memiliki jalannya sendiri—dan pada akhirnya, setiap orang akan menemukan perannya masing-masing.

Keempat, kesuksesan akan lebih mudah diraih melalui kolaborasi.
Tidak ada keberhasilan besar yang dicapai secara individual. Sinergi antar pengurus, lintas unit, serta kekompakan tim menjadi fondasi utama dalam mewujudkan program yang berdampak.

Kelima, tidak ada sosok hebat dan berpengaruh tanpa organisasi.
Organisasi merupakan ruang pembelajaran dan penggemblengan kepemimpinan. Dari sinilah lahir pribadi-pribadi yang tangguh, visioner, dan mampu memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.

Pelantikan ini diharapkan menjadi titik awal bagi para pengurus untuk menjalankan amanah dengan penuh integritas, tanggung jawab, dan semangat pengabdian. Dengan kepemimpinan yang integratif serta kaderisasi yang kuat, Pesma An Najah Purwokerto optimis mampu melahirkan generasi santri mahasiswa yang unggul, berdaya saing, dan berkontribusi luas bagi umat dan bangsa. (IS)


*SPMB SMP Sains An Najah Purwokerto Batch 2 masih DIBUKA! 📢*

​📍 Daftar Sekarang di: bit.ly/SPMB-SMP-Sains-Annajah
📞 Hubungi Admin: 085189000857 / 088214874023

#SMPSainsAnNajah #AnNajah #pesmaannajah

_MG_9762

EduFest An Najah 2026, Event Perdana SMP Sains An Najah Purwokerto Angkat Semangat Qur’an dan Bahasa

PurwokertoSMP Sains An Najah Purwokerto untuk pertama kalinya menyelenggarakan EduFest An Najah 2026 dengan tema “Shine with Qur’an and Languages”. Kegiatan ini digelar pada Jumat, 17 Januari 2026, dan diikuti oleh siswa kelas V dan VI SD/MI sederajat sebarlingmascakeb plus.

Sebagai event perdana, EduFest An Najah 2026 menjadi langkah awal SMP Sains An Najah Purwokerto dalam menghadirkan kegiatan edukatif yang mengintegrasikan nilai Qur’ani dan kecakapan bahasa. Babak final lomba dilaksanakan secara offline di lingkungan sekolah dengan antusiasme tinggi dari para peserta dan pendamping.

Tiga cabang lomba dipertandingkan dalam EduFest An Najah 2026, yaitu Tahfidzul Qur’an, Pidato Bahasa Arab, dan Pidato Bahasa Inggris. Ketiga cabang ini dirancang untuk melatih keberanian tampil, meningkatkan kepercayaan diri, serta menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an dan bahasa asing sejak usia sekolah dasar.

Kepala SMP Sains An Najah Purwokerto, Wifdatun Nisa, S.Pd., A.H., dalam sambutannya menyampaikan bahwa EduFest An Najah merupakan bagian dari ikhtiar sekolah dalam membangun ekosistem pendidikan yang mendorong prestasi sekaligus pembentukan karakter. Menurutnya, anak-anak perlu diberikan ruang yang positif untuk mengekspresikan kemampuan terbaik yang dimiliki.

Sementara itu, Pengasuh Pesantren Mahasiswa (Pesma) An Najah, K.H. Prof. Dr. Mohammad Roqib, M.Ag., menekankan pentingnya keseimbangan antara penguatan nilai Al-Qur’an dan penguasaan bahasa dalam dunia pendidikan. Ia menyampaikan bahwa integrasi spiritualitas dan kompetensi global menjadi fondasi penting bagi generasi masa depan.

Puncak kegiatan EduFest An Najah 2026 ditandai dengan pengumuman pemenang dan penganugerahan juara yang dilaksanakan pada hari yang sama. Para juara memperoleh piala, voucher beasiswa, uang pembinaan, serta souvenir sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang diraih.

Pada cabang Tahfidzul Qur’an, juara pertama diraih oleh Keisha Alviena Zahira dari SD Al Irsyad Al Islamiyyah 02 Purwokerto, disusul Balqis Tsalju Syakira dari MI Ma’arif NU Kalisari sebagai juara kedua, dan Mufti Aji Ibnu Syarif dari MI Ma’arif NU Pageraji sebagai juara ketiga.

(Kepala SMP Sains An Najah Purwokerto menyerahkan piala penghargaan kepada Balqis Tsalju – Juara 2 Lomba Tahfidzul Qur’an)

Cabang Pidato Bahasa Inggris menempatkan Muhammad Rizky Ramadhan dari MIN 1 Banyumas sebagai juara pertama, Naryza Yumna Shakila dari MIN 1 Banyumas sebagai juara kedua, dan Qorri Humaira Ashidiq sebagai juara ketiga. Sementara itu, pada cabang Pidato Bahasa Arab, juara pertama diraih oleh Kafa Billahi Waliyya dari MI Ma’arif NU Langgongsari, juara kedua Hafoza Khaira Lubna dari MIN 1 Banyumas, dan juara ketiga Putut Diaz Nugroho dari MI Darul Hikmah Bantarsoka.

Melalui penyelenggaraan EduFest An Najah 2026, SMP Sains An Najah Purwokerto berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda berkelanjutan yang menginspirasi siswa SD/MI untuk terus berprestasi, mencintai Al-Qur’an, serta mengembangkan kemampuan bahasa sebagai bekal masa depan.

Sebagai bagian dari pengenalan lingkungan dan program pendidikan, SMP Sains An Najah Purwokerto juga memberikan informasi terkait Open Admission bagi masyarakat yang ingin mengenal lebih dekat sistem pendidikan, program unggulan, serta skema beasiswa yang tersedia. Informasi lengkap dapat diakses melalui kanal resmi sekolah.

📌 Informasi & Layanan Open Admission SMP Sains An Najah Purwokerto
📞 WhatsApp: 085189000857
📧 Email: smpsainsannajahpurwokerto@gmail.com
🌐 Website: www.smpsainsannajah.sch.id
📱 Instagram & Tiktok: @smpsainsannajah
📘 Facebook: SMP Sains An Najah Purwokerto

Melalui berbagai kanal informasi tersebut, masyarakat dapat memperoleh gambaran menyeluruh mengenai visi pendidikan, kegiatan pengembangan siswa, serta lingkungan belajar di SMP Sains An Najah Purwokerto.

sil dan pos

Saat Liburan Menjadi Jalan Ilmu: Refleksi SIIL & POSS ke-20 Pesma An Najah

Liburan kerap dimaknai sebagai jeda dari rutinitas, termasuk dari aktivitas belajar. Namun, Pesantren Mahasiswa An Najah Purwokerto justru memberi makna lain: liburan adalah ruang untuk menumbuhkan diri. Semangat inilah yang mewarnai pembukaan Studi Islam Intensif Liburan dan Pekan Olahraga Seni Santri (SIIL & POSS) ke-20, yang digelar pada Kamis malam, 2 Januari 2026, di Masjid lantai 3 Pesma An Najah.

(Kajian Tematik: Membangun Jejaring Santri Gen Z di Era Digital)

Mengusung tema “Semarak Liburan Santri, Mengaji, dan Menginspirasi”, SIIL & POSS menjadi ikhtiar pesantren dalam menghadirkan liburan yang bernilai. Di tengah hiruk-pikuk pengumuman duniawi yang kerap menjanjikan kesuksesan instan, agenda ini justru menawarkan jalan keilmuan: kajian kitab kuning, kajian tematik, serta perlombaan yang diikuti seluruh santri sebagai sarana belajar, berlatih, dan bertumbuh.

(Kreativitas tanpa batas: Olahraga dan Edutainment)

Acara yang dimulai pukul 20.30 WIB berlangsung khidmat. Dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari ketua panitia, lurah pesantren, dan direktur Madrasah Diniyah. Puncak refleksi tersaji dalam Mau‘idhah Hasanah yang disampaikan oleh Pengasuh Pesantren Mahasiswa An Najah, K.H. Prof. Dr. Mohammad Roqib, M.Ag., sebelum ditutup dengan lantunan shalawat oleh Luthfunnajah.

Dalam mau‘idhahnya, beliau menegaskan bahwa mencari ilmu tidak mengenal kata libur. Bahkan, proses belajar telah dimulai jauh sebelum manusia lahir. Dalam perspektif Islam, pendidikan bersifat pranatal—sejak ruh ditiupkan ke dalam janin pada usia empat bulan, pendengaran menjadi indera pertama yang dibuka. Artinya, belajar adalah proses seumur hidup (long life education), dari kandungan hingga akhir hayat.

Beliau juga mengingatkan bahwa banyak orang ingin sukses, tetapi tidak semua bersedia menempuh jalan kesuksesan. Sukses tidak hadir dengan menunggu, melainkan diikhtiarkan melalui strategi, mekanisme, dan prosedur yang benar. Dalam konteks seorang murid, kunci utamanya adalah irādah—kemauan yang kuat—dan ṭalabah, kesungguhan dalam mencari ilmu. Ciri orang yang berpotensi sukses, lanjut beliau, dapat dilihat dari sejauh mana ia merespons stimulus kehidupan secara total, menjadikan setiap simbol kehidupan sebagai pelajaran, dan tidak pernah merasa “selesai” dalam belajar.

(“Yang terpenting dari seorang murid adalah iradah dan thalabah” – K.H. Prof. Dr. Mohammad Roqib, M.Ag.)

Namun ikhtiar tidak berdiri sendiri. Ada mekanisme spiritual yang menyertainya, yakni doa. Perpaduan antara usaha yang sungguh-sungguh dan ketergantungan kepada Allah menjadi fondasi penting dalam proses meraih keberhasilan.

Melalui SIIL & POSS ke-20, Pesantren Mahasiswa An Najah tidak hanya mengisi liburan santri dengan kegiatan, tetapi juga menanamkan kesadaran: bahwa belajar adalah jalan panjang yang harus ditempuh dengan kesungguhan, konsistensi, dan spiritualitas. Sebab yang terpenting dari seorang murid bukan sekadar capaian, melainkan kemauan untuk terus belajar dan bertumbuh. (Sofi Amelia/Ketua Komunitas Pondok Pena)

aiss posss

Silaturahmi dan Kolaborasi Pendidikan: SMP Sains An Najah Purwokerto Kunjungi Aqabah International School (AIS) Jombang

AnnajahNews — Dalam rangka mempererat silaturahmi dan memperluas wawasan pengembangan lembaga pendidikan Islam modern, SMP Sains An Najah Purwokerto melakukan kunjungan edukatif ke Aqabah International School (AIS) Jombang) (26/04).

Kunjungan ini dipimpin oleh Prof. Dr. K.H. Mohammad Roqib, M.Ag., Pengasuh Pesantren Mahasiswa (Pesma) An Najah Purwokerto sekaligus pendiri SMP Sains An Najah Purwokerto, lembaga pendidikan formal yang dikembangkan sebagai bagian dari visi Pesma An Najah untuk membangun generasi berilmu, berakhlak, dan berwawasan global.

Rombongan disambut hangat oleh Pengasuh Utama AIS, K.H. Ahmad Junaidi Hidayat, S.H., dan Direktur AIS, Masrur, di lingkungan pesantren yang memadukan nilai tradisi salafus shalih dengan semangat modernitas global.

Pertemuan ini menjadi wadah saling berbagi praktik baik (best practice) dalam pengelolaan lembaga pendidikan Islam berbasis pesantren. Aqabah International School dikenal memiliki visi kuat sebagai “School of Life, Global Vision, Spirit and Tradition”, dengan pendekatan pendidikan yang menyeimbangkan pesantren studies, STEAM dan social studies, serta global exposure.

Dalam sesi dialog, Prof. Dr. K.H. Mohammad Roqib, M.Ag., menyampaikan apresiasinya terhadap inovasi pendidikan di AIS:

“Pertemuan ini mempertemukan dua semangat besar: membangun generasi beriman, berilmu, dan berdaya saing global tanpa kehilangan akar tradisi pesantren. Dari sini, pendidikan Islam dapat terus bertransformasi menjawab tantangan zaman,” ujarnya.

Selain berdiskusi tentang strategi manajemen, kurikulum, dan penguatan SDM guru, kedua lembaga juga menjajaki peluang kolaborasi dalam program penguatan kepemimpinan, riset pendidikan, dan pengembangan jejaring antar pesantren modern.

Kunjungan diakhiri dengan ramah tamah dan foto bersama di lingkungan Aqabah International School, menandai langkah sinergis dua lembaga pendidikan Islam progresif yang berkomitmen mencetak generasi unggul berkarakter, berilmu, dan berwawasan global.

 

📍 SMP Sains An Najah Purwokerto
Sekolah berbasis boarding school yang mengintegrasikan sains, iman, dan akhlak, serta menjadi bagian dari pengembangan pendidikan formal Pesantren Mahasiswa (Pesma) An Najah Purwokerto.

Open Admission (SPMB)

📞 Info & Registration:  0851-8900-0857
🌐 Website: smpsainsannajah.sch.id | pesmaannajah.com
📲 IG & TikTok: @smpsainsannajahpurwokerto

Biru dan Oren Poster Geometris Modern Penerimaan Peserta Didik Baru (Instagram Post (45)) (1)

Resmi! Telah Dibuka Pendaftaran Murid Baru SMP Sains An Najah Purwokerto: An Najah Islamic Boarding School Tahun Ajaran 2026/2027

AnnajahNews SMP Sains An Najah Purwokerto resmi membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Pelajaran 2026/2027. Sekolah ini merupakan pengembangan lembaga pendidikan formal dari Pesantren Mahasiswa An Najah Purwokerto, yang telah lama berkiprah dalam pengembangan pendidikan Islam berbasis pesantren.

Pendirian SMP Sains An Najah Purwokerto merupakan bagian dari komitmen pesantren dalam melahirkan generasi Islam yang cerdas, berakhlak mulia, dan berdaya saing global, tanpa meninggalkan akar spiritual serta budaya luhur bangsa. Dengan sistem boarding school (pesantren), sekolah ini mengintegrasikan pembelajaran formal dan pembinaan keagamaan secara terpadu. Para siswa tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga nyantri dan tinggal di lingkungan pesantren, sehingga pendidikan karakter, spiritualitas, dan kedisiplinan tertanam secara utuh.

K.H. Prof. Dr. Mohammad Roqib, M.Ag., selaku Pengasuh Pesantren Mahasiswa An Najah Purwokerto sekaligus Pendiri SMP Sains An Najah Purwokerto, menegaskan

“SMP Sains An Najah Purwokerto didesain sebagai sekolah yang terintegrasi dengan pola pendidikan berbasis pesantren (boarding school). Kami berkomitmen menjadikan pesantren sebagai laboratorium kehidupan global, tempat tumbuhnya generasi berilmu, beriman, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan zaman dengan nilai-nilai kenabian.”

Segera daftarkan putra-putri terbaik Anda untuk menjadi bagian dari keluarga besar SMP Sains An Najah Purwokerto (An Najah Islamic Boarding School) — tempat tumbuhnya pemimpin muda Qur’ani, cerdas, dan berkarakter.


🌟 Program Unggulan SMP Sains An Najah Purwokerto

1️⃣ Tahfidzul Qur’an — Pembinaan intensif hafalan Al-Qur’an dengan metode tahsin-tahfidz yang terukur dan berkelanjutan.
2️⃣ Sains dan Teknologi — Penguatan literasi sains dan keterampilan teknologi digital untuk menyiapkan generasi unggul era 5.0.
3️⃣ Pengembangan Bahasa Arab dan Inggris — Program bilingual agar siswa mampu berkomunikasi global dengan dasar keislaman yang kuat.
4️⃣ Prophetic Leadership — Pembinaan kepemimpinan terpadu yang membentuk siswa berilmu, beriman, dan berakhlak mulia berdasarkan nilai-nilai kenabian Nabi Muhammad SAW.

📅 Periode Pendaftaran:

  • Gelombang I: 1 Oktober – 31 Desember 2025

  • Gelombang II: 2 Januari – 31 Mei 2026

📍 Lokasi:
Jl. Baturraden B, Kutasari, Kec. Baturraden, Kab. Banyumas, Prov. Jawa Tengah | Jl. Moh. Besar No. 10, Kec. Baturraden, Kab. Banyumas, Prof. Jawa Tengah.

🌐 Informasi & Pendaftaran:
📲 WhatsApp: 0851-8900-0857 (Admin 1) | 0882-1487-4023 (Admin 2)
📧 Email: smpsainsannajahpurwokerto@gmail.com
💻 Online: bit.ly/SPMB-SMP-Sains-Annajah | www.smpsainsannajah.sch.id

bit.ly/SPMB-SMP-Sains-Annajah
bit.ly/SPMB-SMP-Sains-Annajah

🏫 Offline: Kantor SMP Sains An Najah Purwokerto

🔗 Media Sosial Resmi:
🌍 Website: www.pesmaannajah.com | www.smpsainsannajah.sch.id
📘 Facebook: SMP Sains An Najah Purwokerto
📸 Instagram: @smpsainsannajahpurwokerto

“Berakhlak Mulia, Meraih Prestasi”


#SPMBSMPSainsAnNajah
#AnNajahIslamicBoardingSchool
#BoardingSchoolPurwokerto
#BerakhlakMuliaMeraihPrestasi