Malam Ini

Karya: Nilna Zulfa Azkia

Membahas kehidupan…

Semua proses, terus berjalan

Mencari arah terarah

Mencari tuju, tetap maju

Katanya,  adaptasi itu puisi

Membahas kehidupan…

Harus dilalui, butuh berani

Agar rima sama arti bermakna

Membahas kehidupan…

Ingat awal,ingat tuju

Tema, semua berlaku

Silih berganti akhirnya satu

Membahas kehidupan…

Semua tentang penulis

Berani? Hanya berfikir Rima?

Meneruskan sesuai kisah?

Atau…

Ahhh sudah sepertinya dia akan melanjutkan lagi

Refleksi Santri dalam PERINGATAN ISRA MI’RAJ 1444 H

Purwokerto – Jadilah seseorang yang berawatak santri apapun profesinya. Pesan tersebut disampaikan oleh Ustadz Mafhul, M.Ag dalam kegiatan shalawatan dan pengajian untuk memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1444 H. Kegiatan tersebut dilaksanakan di serambi masjid Pesantren Mahasiswa An Najah Purwokerto, Sabtu (18/2/23).

Dalam kesempatan tersebut beliau mengatakan bahwa di pesantren, santri milenial tidak hanya dibekali ilmu agama melalui kajian kitab kuning tetapi dibekali dengan ilmu umum seperti kursus bahasa, pertanian, peternakan, dan lain sebagainya. “Hal tersebut dilakukan karena santri setelah keluar dari pesantren tidak semuanya menjadi seorang Kyai ada yang menjadi Camat dan Lurah namun tetap memiliki watak seorang santri”, ucap Ustadz yang sekaligus menjadi Dewan Asatidz di Pesantren Mahasiswa An Najah itu.

Tidak hanya itu, beliau juga menyampaikan bahwa kemanfaatan sebuah ilmu tidak harus menjadi pegawai negeri. Jika santri ingin memiliki rezeki yang berkah melalui ilmunya maka salah satu jalan yang harus ditempuh adalah dengan bersungguh-sungguh.

Sebagai penutup, Ustadz Mafhul mengingatkan tentang tantangan yang harus dihadapi oleh seorang santri milenial terutama di media sosial. Derasnya arus informasi dari jutaan bahkan ribuan sumber membuat sulit sekali membedakan mana informasi yang valid atau tidak. “Untuk itu seorang yang memiliki watak santri haruslah memperdalam ilmu agama karena tantangan zaman sekarang jauh lebih berat dibandingkan dulu”, imbuh Ustadz yang berkacamata itu.

Kegiatan yang menjadi rangkaian acara SIIL & POSS (Studi Islam Intensif Liburan dan Pekan Olahraga Seni Santri) itu turut dihadiri oleh Gus Anjaha Naufal Muhammad selaku perwakilan keluarga ndalem, Pengurus pesantren mahasiswa An Najah dan grup hadroh Luthfunnajah. DA

[Halaqoh Nasional] Pesma An Najah Purwokerto Hadirkan Kiai-Santri dan Tiga Pembicara

Pesma An Najah Purwokerto sukses menggelar Halaqoh Nasional Fiqh Peradaban, Senin (26/12/2022). Tiga pembicara dihadirkan dalam acara dengan tema ‘Kontribusi Pesantren dalam Tatanan Dunia Baru’ tersebut.

Masing-masing, Ny Hj Hindun Annisa (Sekretaris RMI PBNU), KH Drs Mughni Labib MSI (Rais Syuriyah PCNU Banyumas) dan Prof Dr Moh Roqib (Rektor UIN Saizu Purwokerto). Ketiganya membawakan materi yang memantik diskusi.

“Halaqoh Kebangsaan Fikih Peradaban ini khusus kita hadirkan kiai-kiai pengasuh pesantren dan santri. Hadir misalnya Mbah Zaenurrohman Al Hafidz, Mbah Kiai Muhlasin, Kiai Hisyam Tontowi, dan banyak lainnya. Alhamdulillah, acara diapresiasi positif,” kata Pengasuh Pesma An Najah, Kiai Roqib.

Selanjutnya, secara berurutan Nya Hindun memaparkan latar belakang kenapa halaqoh diadakan. Menurutnya, Fikih Peradaban hadir untuk merespon kondisi dunia saat ini. Juga meneguhkan peran NU dalam segala posisi dan tingkatan.

“NU sudah mengambil peran sejak adanya Komite Hijaz. Halaqoh Nasional ini diadakan untuk merespon kondisi global. Tercatat rencana 250 titik secara nasional yang ujunya nanti adalah rekomendasi nasional,” katanya disela-sela acara.

Sementara Kiai Labib membawakan materi ‘kontekstualisasi ajaran pesantren dan kitab kuning dengan bahasa kekinian’. Secara eksplisit, Kiai Labib menyebut materinya merupakan intisari dari halaqoh nasional yang diadakan PBNU di Krapyak beberapa waktu lalu.

Saat sesi diskusi, sejumlah peserta memberikan respon. Mulai Ketua PCNU Banyumas, H Imam Hidayat, Ny Hj Durrotun Nafisah (Ponpes Fathul Mu’in) dan KH Hisyam Tontowi dari Pesantren Assuniyah Sokaraja.

Sumber: https://nubanyumas.com/halaqoh-nasional-pesma-an-najah-purwokerto-hadirkan-kiai-santri-dan-tiga-pembicara

Membaca Isu Melalui Seni

Peringatan harlah komunitas pondok pena ke 11 dan bulan bahasa yang telah dilaksanakan di Pesantren Mahasiswa An Najah Purwokerto pada malam Sabtu, Jumat 28 Oktober 2022. Tema yang diusung yaitu Hidup Tanpa Seni HAH. Acara ini juga dimeriahkan dengan pameran karya seni rupa yang dibuat oleh santri Pesma An Najah itu sendiri.

Acara tersebut dibuka oleh Pengasuh Pesma An Najah Purwokerto yaitu Romo Kyai Haji Prof. Dr. Mohammad Roqib M.Ag., kemudian dilanjutkan dengan launching buku Pitutur Luhur 2 dan buletin komunitas pondok pena.

Dalam acara tersebut Pesma An Najah mengundang beberapa relasi dari luar Pesma An Najah. Salah satunya yaitu Komunitas Sedulur Pantomim Purwokerto yang ikut memeriahkan acara harlah komunitas pondok pena yang ke 11 dan hari bahasa.

Ada beberapa penampilan yang dipersembahkan dalam acara harlah komunitas pondok pena ke 11 dan bulan bahasa yaitu kolaborasi puisi yang dibacakan oleh anak komunitas pondok pena dengan ilustrasi pantomim yang dibawakan oleh anggota komunitas sedulur pantomim Purwokerto.

Penampilan yang tak kalah menarik lainnya adalah Shadow Act dengan judul “Sekilas Info”. Drama di balik layar ini menceritakan fenomena-fenomena sosial yang sedang terjadi ramai diperbincangkan akhir-akhir ini.

Isnaeni Shofi Farida, selaku ketua Komunitas Pondok Pena sangat berantusias dalam acara ini, dalam sambutannya menyampaikan, “Perayaan Harlah Pondok Pena dan Bulan Bahasa tahun ini, Komunitas Pondok Pena berinovasi dengan menampilkan Shadow Act yang mana pada tahun sebelumnya menampilkan sebuah drama. Menurut saya ini suatu inovasi yang baru.”

Tidak hanya dari ketua Komunitas Pondok Pena, salah satu anggota dari Komunitas Sedulur Pantomim Purwokerto juga mengucapkan selamat kepada komunitas pondok pena “Selamat Harlah Pondok Pena yang ke 11, semoga Pondok Pena ke depannya makin maju, next event lebih keren dari sekarang.” ucap anggota yang kerap disapa Wawa Nyamuk

Keren! Pesantren Mahasiswa An Najah Menyabet Gelar Juara 2 Lomba Lalaran Nadhom

Purwokerto – Pesantren Mahasiswa An Najah berhasil menorehkan prestasi dengan meraih Juara 2 Lomba Kreasi Lalaran Nadhom dalam kegiatan Expo Ma’had dan Festival Mahasantri yang diselenggarakan oleh Mahad UIN Prof. K.H.Saifuddin Zuhri Purwokerto, Sabtu (17/9/22). Pengumuman kejuaraan dilaksanakan berbarengan dengan acara puncak dalam kegiatan tersebut.

Perasaan senang dan banggapun turut dirasakan oleh seluruh santri Pesantren Mahasiswa An Najah tak terkecuali yang terlibat dalam perlombaan tersebut. “meskipun tak sesuai ekspektasi, tapi yang namanya juara satu atau dua ya sama aja”, imbuh Tsalis, vocalis utama dalam Lomba Kreasi Lalaran Nadhom.

Perempuan berkaca mata itupun mengungkapkan bahwa ada beberapa hal yang harus dievaluasi untuk hasil yang lebih baik lagi terutama dalam kematangan kreativitas. “persiapan yang dalam artian bukan hanya untuk ajang perlombaan tapi bisa juga untuk rutinan seperti pelatihan sehingga kalau ada lomba lagi gampang untuk mendelegasikan”, tutur beliau. -DA