muhammad-7571024_1280

Jalan Baru Rekontekstualisasi Tradisi, Ilmu, dan Spiritualitas: Review atas Buku “Filsafat Pendidikan Profetik” Karya Prof. Dr. K.H. Moh. Roqib, M.Ag.

Cover Buku: Filsafat Pendidikan Profetik
Cover Buku: Filsafat Pendidikan Profetik

Identitas Buku

Judul Buku : Filsafat Pendidikan Profetik: Pendidikan Islam Integratif dalam Perspektif Kenabian Muhammad s.a.w.

Penulis : Prof. Dr. K.H. Moh. Roqib, M.Ag.

Penerbit : Pesma An Najah Press, Purwokerto

Terbit : September 2022

Cetakan : Kedua

Jumlah Halaman : xx + 390

Ukuran Buku : 15 x 23 cm

Jenis Buku : Pendidikan

Editor : Abdul Wachid B.S.

Filsafat Pendidikan Profetik: Pendidikan Islam Integratif dalam Perspektif Kenabian Muhammad s.a.w., karya Prof. Dr. K.H. Moh. Roqib, M.Ag. lahir dari kegelisahan atas perkembangan teknologi, khususnya teknologi komunikasi dan informasi yang dikuasai Barat, serta adanya krisis sosial, politik, ekonomi, dan budaya yang membuat umat Islam seringkali berada dalam posisi terdesak. Sebagian komunitas muslim bereaksi dengan kebingungan, sementara sebagian lain bersikap pasif, merasa cukup dengan kebanggaan atas khazanah intelektual dan tradisi keagamaannya. Sikap statis yang menutup diri dari dinamika zaman ini kerap berakar pada kecenderungan pengkultusan tradisi (turats) maupun pemikiran keagamaan (taqdis al-afkār ad-dīniyy), sehingga dianggap tabu untuk direkonstruksi, apalagi didekonstruksi.

Dalam konteks inilah pendidikan profetik ditawarkan sebagai jawaban. Pendidikan profetik dipahami sebagai proses transfer ilmu dan nilai yang tidak hanya mendekatkan manusia pada Tuhan, melainkan juga menumbuhkan kepedulian terhadap alam dan membangun komunitas sosial yang ideal. Pendidikan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yaitu liberasi, humanisasi, dan transendensi, yang menjadi fondasi filosofis dan budaya profetik.

Tradisi sendiri menempati posisi penting dalam kerangka pendidikan profetik. Sebagai aspek subjektif budaya, tradisi tercermin dalam pola pikir, sikap, dan perilaku masyarakat. Dalam konteks Islam di Indonesia, tradisi keagamaan dapat dilihat dalam tiga bentuk: tradisi Islam santri, tradisi Islam Jawa, dan tradisi Islam konvergensi. Pendidikan profetik berangkat dari nilai-nilai Al-Qur’an dan Sunnah, namun tetap memberi ruang pada konteks sosial, tradisi lokal, serta tantangan zaman. Oleh karena itu, pendidikan yang berorientasi pada keterampilan, etos kerja, dan vokasi lebih tepat menggunakan pendekatan teknologis daripada sekadar akademis atau humanistis.

Pendidik dalam kerangka profetik tidak hanya bertugas mentransfer pengetahuan, melainkan juga mengemban amanah Ilahiyah untuk membentuk umat yang cerdas, taat beribadah, dan berakhlak mulia. Umat dipandang sebagai komunitas sosial yang dinamis, memiliki visi yang jelas, bergerak melalui program nyata, dan dipimpin secara bijaksana. Dengan demikian, pendidikan profetik harus dibangun atas empat fondasi: komunitas, visi dan tujuan, gerak dinamis, serta kepemimpinan; semuanya dijiwai oleh tiga pilar utama tadi.

Keunikan buku ini terletak pada bagaimana Prof. Dr. K.H. Moh. Roqib, M.Ag. mengontekstualisasikan konsep pendidikan profetik melalui karya-karya Ahmad Tohari. Nilai-nilai edukatif dalam sastra Tohari dapat dipetakan ke dalam tiga pilar profetik: transendensi, liberasi, dan humanisasi. Melalui pendekatan ini, pendidikan profetik tidak hanya menjadi gagasan abstrak, tetapi hadir secara nyata dalam wacana budaya lokal. Implikasi praktisnya, pendidikan profetik berlandaskan tauhid sebagai epistemologi, mengintegrasikan moral ketuhanan dengan ilmu pengetahuan, menghargai kearifan lokal (local wisdom), mendorong tradisi berpikir kritis, serta bersikap proaktif dalam menghadapi perubahan sosial.

Dari sisi penyajian, buku ini memiliki keunggulan karena ditulis dengan bahasa yang mudah dipahami, sistematis, dan didukung kajian pustaka yang cukup memadai. Lebih jauh, penggunaan karya Ahmad Tohari justru menjadi ciri khas dan keistimewaan buku ini. Pendekatan tersebut memperlihatkan kekuatan gagasan Prof. Dr. K.H. Moh. Roqib, M.Ag. dalam menghubungkan filsafat pendidikan profetik dengan realitas budaya lokal Jawa, sehingga menjadikan pendidikan profetik lebih kontekstual, membumi, dan relevan bagi masyarakat Indonesia.

Buku ini tidak hanya memperkaya wawasan, tetapi juga menjadi rujukan penting bagi akademisi, praktisi pendidikan, santri, mahasiswa, maupun siapa saja yang ingin memahami dan mengembangkan gagasan besar tentang pendidikan profetik sebagai arah transformasi pendidikan Islam yang lebih membumi dan kontekstual. (IS)

📍 Segera miliki buku ini di An Najah Book Store (WA: 0882-1487-4023)