perjalanan-hidup-848x490-5a8d3fba65334

Syiar Jumat #2: “Bersyukur di Atas Musibah”

Oleh: K. H. Prof. Dr. Mohammad Roqib, M.Ag.

Sebagaimana disebutkan bahwa nikmat itu ada di semua waktu dan tempat. Bersyukur juga harus terus menerus dikukuhkan dalam hati di berbagai situasi dan kondisi, sebab di balik semua yang terjadi ada rahasia hikmah yang membutuhkan waktu untuk diketahui atau dipahami yang bersangkutan atau oleh generasi berikutnya.

Semisal orang pijat, yang ditekan terasa sakit di situlah posisi rahasianya. Nyeri dan perih yang dirasakan adalah bagian konsekwensi dari proses penyembuhan. Sesuai dengan jalur urat syaraf, rasa tidak nyaman itu dirasakan bahkan oleh sekujur tubuhnya. Bertahan, tidak putus asa untuk terus berproses merupakan bagian dari teknik penyembuhan yang harus dilalui oleh seseorang.

Pemahaman substantif terhadap liku-liku kehidupan ini mungkin masih tertutup bagi kebanyakan dan terbuka untuk orang yang bijak dan mengenal Allah dengan baik. Ketenangan dalam merespon fenomena apa yang terjadi tetapi tetap tanggap dan merespon cepat secara spiritual merupakan indikator kedekatannya pada Yang Maha Bijaksana. Respon spiritual secara bijak ini bisa jadi direspon ragam oleh orang di sekitarnya bahkan dimaknai konyol oleh yang lain.

Musibah biasanya dimaknai sebagai kejadian yang tidak menyenangkan atau tidak diharapkan. Jika pemaknaannya seperti ini berarti ada tumpukan dan rentetan musibah yang terjadi setiap hari, karena nafsu dan harapan setiap individu itu amat beragam dan kemampuannya sangat terbatas. Ada juga yang memaknai musibah sebagai kecelakaan atau kejadian yang menyayat hati dan fisiknya. Nasihat yang umum disampaikan kepadanya adalah “sabar” sementara untuk yang pertama karena sering dianggapnya biasa.

Menganggap suatu kejadian sebagai “yang biasa” dan logis saja merupakan media resiliensi ampuh bagi setiap orang untuk dapat tahan dalam menghadapi atau menerima musibah. Biasa atau bisa saja Allah menguji atau menggoda karena mencintai hamba-Nya. Biasa setiap proses kenaikan tingkat ada ujiannya. Biasa dalam perjalanan ada gangguannya. Biasa dalam mengambil kebijakan ada yang tidak bisa menerimanya. Meskipun demikian, gerak dinamis harus terus berjalan dengan berbagai konsekuensinya. Lebih menghadapi kendala bahkan musibah dari pada berdiam diri atau pasif tidak melakukan apapun untuk menghindari dari musibah.

Di balik musibah itu Allah menyelipkan anugerah baik keilmuan, pengalaman, kedewasaan, kemudahan, dan bahkan ketinggian martabat masa depan.

Terkadang musibah menimbulkan trauma berkepanjangan bagi siapa pun yang belum sadar akan sisi positif dan manfaat musibah dalam kehidupan. Untuk itu maknai saja musibah ini sebagai nyanyian kehidupan yang merdu yang terkadang terdengar fales. Maknai saja, Tuhan hendak menggoda kekasih-Nya atau menguji kesetiaan pada-Nya.

Yakinlah bagi kita bahwa semua yang terjadi adalah kehendak-Nya dan kita berkewajiban untuk menerima dengan tulus disertai ikhtiar sosial, material, intelektual, dan spiritual. Wallahu a’lam bisshawab…

 

Jum’at, 26 Rabi’ul Awal 1447 H

(Gambar Ilustrasi: https://static.limawaktu.id)

image

Syiar Jum’at #1: “Syukur”

Oleh: K.H. Prof. Dr. Mohammad Roqib, M.Ag.

 

Khoirul Mabadi’: 6/6, 1/8, 3/10, 5/12

“SYUKUR”, kata ini seringkali kita dengar dan sering pula kita ucapkan. Entah paham tentang arti dan kedalam pesan kata ini atau tidak, yang jelas laris manis di lidah umat Islam.

Bagi mahasiswa perkuliahan jalan dua pekan, yang terlibat dalam proses adalah mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, begitu juga di pesantren (mahasiswa). Bagi setiap insan yang sedang berproses dalam kegiatan dan kondisi apapun dituntut untuk memahami kata syukur ini.

Dalam kategori makna syukur apabila kita :

  • Melaksanakan pekerjaan atau tugas dan tanggungjawab dengan senang hati sesuai teori, mekanisme, dan prosedur. Tidak asal-asalan atau “semau gue”.
  • Mengerjakannya tepat waktu dan tidak tergesa-gesa apalagi memotong di tengah-tengah proses, harus menyelesaikannya sampai akhir dan titik. Tidak menggantung, tidak jelas hasilnya.
  • Berterima kasih pada yang membantu baik secara langsung maupun tidak langsung, karena setiap pekerjaan ada kontribusi orang lain yang bersifat psikis maupun fisik. Tidak ada orang sukses sendirian tanpa dukungan orang lain. Berterima kasih pada sesama menguatkan rasa syukur kepada Allah Tuhan Alam Semesta. Pandai bersyukur berarti harus pandai berterima kasih kepada alam yang membantu kita.
  • Mengakui bahwa secara substantif semua yang terjadi ini anugrah atau nikmat dari Allah meskipun dalam perasaan kita tidak sesuai, kurang, atau bahkan mengganggu. Kita menginginkan sesuatu dan belum terkabul adalah nikmat. Kita punya pendamping rewel dan menyebalkan termasuk juga nikmat. Kita punya tetangga yang suka gaduh juga bermanfaat dan nikmat, ia bisa menghalau pencuri dengan prilakunya.

Ingat, sesuatu itu mengganggu di satu hal, bisa membantu di hal lain. Kecewa dalam satu sisi bisa puas di sisi yang lain. Jika kita rasakan dengan nurani yang dalam ternyata “NIKMAT ITU ADA DI SEMUA WAKTU DAN TEMPAT” tinggal kita mampu memanasnya atau malah membuangnya. Apakah kita menggerutu kecewa atau mensyukurinya.

Jika kita mensyukuri nikmat, Allah akan benar-benar menambahkan nikmatnya pada kita.

Jum’at, 19 Rabi’ul Awal 1447 H

muhammad-7571024_1280

Jalan Baru Rekontekstualisasi Tradisi, Ilmu, dan Spiritualitas: Review atas Buku “Filsafat Pendidikan Profetik” Karya Prof. Dr. K.H. Moh. Roqib, M.Ag.

Cover Buku: Filsafat Pendidikan Profetik
Cover Buku: Filsafat Pendidikan Profetik

Identitas Buku

Judul Buku : Filsafat Pendidikan Profetik: Pendidikan Islam Integratif dalam Perspektif Kenabian Muhammad s.a.w.

Penulis : Prof. Dr. K.H. Moh. Roqib, M.Ag.

Penerbit : Pesma An Najah Press, Purwokerto

Terbit : September 2022

Cetakan : Kedua

Jumlah Halaman : xx + 390

Ukuran Buku : 15 x 23 cm

Jenis Buku : Pendidikan

Editor : Abdul Wachid B.S.

Filsafat Pendidikan Profetik: Pendidikan Islam Integratif dalam Perspektif Kenabian Muhammad s.a.w., karya Prof. Dr. K.H. Moh. Roqib, M.Ag. lahir dari kegelisahan atas perkembangan teknologi, khususnya teknologi komunikasi dan informasi yang dikuasai Barat, serta adanya krisis sosial, politik, ekonomi, dan budaya yang membuat umat Islam seringkali berada dalam posisi terdesak. Sebagian komunitas muslim bereaksi dengan kebingungan, sementara sebagian lain bersikap pasif, merasa cukup dengan kebanggaan atas khazanah intelektual dan tradisi keagamaannya. Sikap statis yang menutup diri dari dinamika zaman ini kerap berakar pada kecenderungan pengkultusan tradisi (turats) maupun pemikiran keagamaan (taqdis al-afkār ad-dīniyy), sehingga dianggap tabu untuk direkonstruksi, apalagi didekonstruksi.

Dalam konteks inilah pendidikan profetik ditawarkan sebagai jawaban. Pendidikan profetik dipahami sebagai proses transfer ilmu dan nilai yang tidak hanya mendekatkan manusia pada Tuhan, melainkan juga menumbuhkan kepedulian terhadap alam dan membangun komunitas sosial yang ideal. Pendidikan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yaitu liberasi, humanisasi, dan transendensi, yang menjadi fondasi filosofis dan budaya profetik.

Tradisi sendiri menempati posisi penting dalam kerangka pendidikan profetik. Sebagai aspek subjektif budaya, tradisi tercermin dalam pola pikir, sikap, dan perilaku masyarakat. Dalam konteks Islam di Indonesia, tradisi keagamaan dapat dilihat dalam tiga bentuk: tradisi Islam santri, tradisi Islam Jawa, dan tradisi Islam konvergensi. Pendidikan profetik berangkat dari nilai-nilai Al-Qur’an dan Sunnah, namun tetap memberi ruang pada konteks sosial, tradisi lokal, serta tantangan zaman. Oleh karena itu, pendidikan yang berorientasi pada keterampilan, etos kerja, dan vokasi lebih tepat menggunakan pendekatan teknologis daripada sekadar akademis atau humanistis.

Pendidik dalam kerangka profetik tidak hanya bertugas mentransfer pengetahuan, melainkan juga mengemban amanah Ilahiyah untuk membentuk umat yang cerdas, taat beribadah, dan berakhlak mulia. Umat dipandang sebagai komunitas sosial yang dinamis, memiliki visi yang jelas, bergerak melalui program nyata, dan dipimpin secara bijaksana. Dengan demikian, pendidikan profetik harus dibangun atas empat fondasi: komunitas, visi dan tujuan, gerak dinamis, serta kepemimpinan; semuanya dijiwai oleh tiga pilar utama tadi.

Keunikan buku ini terletak pada bagaimana Prof. Dr. K.H. Moh. Roqib, M.Ag. mengontekstualisasikan konsep pendidikan profetik melalui karya-karya Ahmad Tohari. Nilai-nilai edukatif dalam sastra Tohari dapat dipetakan ke dalam tiga pilar profetik: transendensi, liberasi, dan humanisasi. Melalui pendekatan ini, pendidikan profetik tidak hanya menjadi gagasan abstrak, tetapi hadir secara nyata dalam wacana budaya lokal. Implikasi praktisnya, pendidikan profetik berlandaskan tauhid sebagai epistemologi, mengintegrasikan moral ketuhanan dengan ilmu pengetahuan, menghargai kearifan lokal (local wisdom), mendorong tradisi berpikir kritis, serta bersikap proaktif dalam menghadapi perubahan sosial.

Dari sisi penyajian, buku ini memiliki keunggulan karena ditulis dengan bahasa yang mudah dipahami, sistematis, dan didukung kajian pustaka yang cukup memadai. Lebih jauh, penggunaan karya Ahmad Tohari justru menjadi ciri khas dan keistimewaan buku ini. Pendekatan tersebut memperlihatkan kekuatan gagasan Prof. Dr. K.H. Moh. Roqib, M.Ag. dalam menghubungkan filsafat pendidikan profetik dengan realitas budaya lokal Jawa, sehingga menjadikan pendidikan profetik lebih kontekstual, membumi, dan relevan bagi masyarakat Indonesia.

Buku ini tidak hanya memperkaya wawasan, tetapi juga menjadi rujukan penting bagi akademisi, praktisi pendidikan, santri, mahasiswa, maupun siapa saja yang ingin memahami dan mengembangkan gagasan besar tentang pendidikan profetik sebagai arah transformasi pendidikan Islam yang lebih membumi dan kontekstual. (IS)

📍 Segera miliki buku ini di An Najah Book Store (WA: 0882-1487-4023)

OPKIS 2025

OPKIS Pesantren Mahasiswa An Najah 2025: Bekal Spiritual dan Intelektual Santri Mahasiswa

AnnajahNews – Pesantren Mahasiswa (Pesma) An Najah sukses menyelenggarakan OPKIS (Orientasi Pesantren dan Kajian Islam Santri) tahun 2025 dengan tema “Aktualisasi Nilai-Nilai Wasathiyah Guna Mewujudkan Santri yang Berakhlaqul Karimah.” Kegiatan ini berlangsung sejak Kamis, 28 Agustus 2025 hingga Ahad, 07 September 2025, dan diikuti dengan penuh antusias oleh para santri baru.

Ketua Panitia, Manarul Anwar Hidayat, menjelaskan bahwa OPKIS bukan sekadar agenda pengenalan, tetapi juga pembinaan awal bagi santri mahasiswa agar siap mengintegrasikan nilai akademik, spiritual, dan akhlak.

“Kami berharap OPKIS menjadi bekal awal bagi santri dalam menapaki perjalanan panjang di Pesma An Najah, agar mampu berprestasi di kampus sekaligus menjaga akhlakul karimah,” ujarnya.

Pada sesi pembukaan, Pengasuh Pesma An Najah, K.H. Prof. Dr. Mohammad Roqib, M.Ag., memberikan pengarahan penuh hikmah kepada santri baru. Beliau menekankan bahwa dalam menuntut ilmu, santri harus memilih guru dengan sanad keilmuan yang jelas agar ilmu yang didapat membawa keberkahan.

“Santri harus mantap dan yakin, bahwa keputusan untuk mondok di Pesma An Najah adalah pilihan yang tepat. Semua orang tua tentu berharap anak-anaknya berprestasi, dan prestasi yang paling utama adalah akhlakul karimah,” tutur Abah Roqib.

Tidak hanya itu, Abah Roqib juga membagikan perjalanan hidupnya sejak kecil kepada para santri. Beliau bercerita bagaimana perjuangan dalam belajar, berdisiplin, serta menjaga semangat meski dalam keterbatasan. Kisah itu disampaikan untuk memberi teladan nyata bahwa kesungguhan, keikhlasan, dan kesabaran adalah kunci meraih keberhasilan.

Sebagai wujud partisipasi santri, Raihan Nur Hidayat (Kang Santri 2025) dan Indri Lestari Putri (Mbak Santri 2025) menyampaikan prakata mewakili santri baru. Keduanya mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih karena telah diberi kesempatan untuk memulai langkah awal tholabul ‘ilmi di Pesma An Najah. Mereka juga berkomitmen untuk belajar dengan sungguh-sungguh, meraih prestasi, dan menjaga akhlak mulia.

Kegiatan OPKIS resmi ditutup pada Ahad, 07 September 2025 oleh Ny. Hj. Noortri Y. Muthmainnah, S.Ag. Dalam penutupannya, beliau memberikan motivasi agar santri istiqamah menjaga integritas diri, menyeimbangkan antara ilmu, iman, dan amal, serta menjadi generasi yang bermanfaat bagi umat dan bangsa. Berprestasi di pesantren maupun di kampus.

Selama sepuluh hari, OPKIS menghadirkan rangkaian kegiatan yang kaya makna, mulai dari kajian keislaman, pengenalan tradisi pesantren, pembinaan organisasi, hingga praktik ibadah berjamaah. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai seluruh rangkaian acara, menjadikan OPKIS sebagai pengalaman berharga bagi santri baru.

Dengan terselenggaranya OPKIS 2025, Pesantren Mahasiswa An Najah berharap lahir generasi santri mahasiswa yang mampu mengaktualisasikan nilai-nilai wasathiyah dalam kehidupan sehari-hari, berprestasi di bidang kepesantrenan dan akademik, serta menjadi teladan dengan akhlakul karimah. (IS)

Kegiatan Orientasi Pesantren Lingkungan oleh LP3I di Pesantren Mahasiswa An Najah Purwokerto

 

Hari/Tanggal: Sabtu–Minggu, 5–6 Juli 2025
Waktu: 13.30 – 09.00 WIB
Tempat: Pesantren Mahasiswa An Najah
Peserta: 20 Mahasiswa LP3I College Purwokerto

 

Pendahuluan

Dalam rangka menumbuhkan nilai-nilai religius, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap lingkungan, LP3I College Purwokerto menyelenggarakan kegiatan Orientasi Pesantren Lingkungan (OPL). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembentukan karakter mahasiswa baru, khususnya dalam menciptakan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademis, namun juga memiliki akhlak dan tanggung jawab sosial yang tinggi.

Orientasi ini berlangsung selama dua hari satu malam, mulai hari Sabtu, 5 Juli 2025 pukul 13.30 WIB hingga Minggu pagi, 6 Juli 2025 pukul 09.00 WIB, dan bertempat di area Pesantren Mahasiswa An Najah. Sebanyak 20 mahasiswa LP3I turut ambil bagian dalam kegiatan ini. Para peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang telah disusun oleh panitia, dengan suasana penuh semangat, kekeluargaan, dan nilai-nilai spiritual yang kuat.

Rangkaian Kegiatan

Kegiatan diawali dengan sesi kumpul dan absensi peserta pada pukul 13.30 WIB. Seluruh peserta hadir tepat waktu dan menunjukkan antusiasme sejak awal. Setelah proses absensi selesai, para peserta diarahkan untuk berangkat menuju lokasi pesantren pada pukul 13.45 WIB. Suasana kebersamaan mulai terjalin dalam perjalanan ini, karena para peserta tidak hanya saling mengenal, namun juga saling mendukung satu sama lain.

 

Sesampainya di lokasi, acara pembukaan resmi dilangsungkan pada pukul 14.00 WIB. Tim panitia menyampaikan sambutan dan pengarahan mengenai tujuan serta tata tertib selama kegiatan berlangsung. Pembukaan ini menjadi momen awal yang penting dalam membangun semangat spiritual dan kerja sama tim.

Setelah pembukaan, para peserta bersama panitia melakukan persiapan tempat hingga pukul 15.10 WIB. Kegiatan ini tidak hanya dimaksudkan sebagai bentuk tanggung jawab terhadap lingkungan, namun juga sebagai pembelajaran praktis tentang pentingnya kerapian dan kebersihan dalam lingkungan Pesantren Mahasiswa An Najah.

Tepat pukul 15.10 WIB, para peserta melaksanakan salat Ashar berjamaah, yang dipandu langsung oleh panitia. Kegiatan salat berjamaah ini menjadi bagian dari pembiasaan spiritual yang sangat penting dalam kehidupan pesantren dan mahasiswa Muslim secara umum.

Usai salat, kegiatan dilanjutkan dengan sesi materi bertajuk “Pentingnya Tharah dan Menjaga Jannah Bagi Remaja” pada pukul 15.30 WIB hingga 17.10 WIB. Materi ini disampaikan oleh para pemateri ikhwan dan akhwat yang telah dibagi berdasarkan tempat. Dalam sesi ini, para peserta diajak memahami pentingnya menjaga kebersihan diri, lingkungan, dan jiwa, serta bagaimana hal tersebut menjadi bagian dari nilai-nilai Islam.

Pukul 17.10 – 18.00 WIB merupakan waktu ISHOMA (istirahat, salat Maghrib, dan makan malam). Waktu ini dimanfaatkan peserta untuk menyegarkan diri sekaligus mempererat tali silaturahmi dengan sesama peserta maupun panitia.

 

Setelah ISHOMA, kegiatan dilanjutkan dengan Khataman Al-Qur’an pada pukul 18.00 – 18.53 WIB. Seluruh peserta mengikuti kegiatan ini dengan khidmat. Kegiatan khataman menjadi refleksi spiritual bagi para peserta untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui kalam-Nya.

Selanjutnya, salat Isya berjamaah dilaksanakan pada pukul 18.53 – 19.10 WIB. Kemudian, kegiatan dilanjutkan dengan dialog bersama pengasuh pondok dan pengurus pesantren pada pukul 19.10 hingga 20.50 WIB. Dalam sesi ini, peserta mendapat banyak wawasan tentang kehidupan di Pesantren Mahasiswa An Najah, nilai-nilai yang dijunjung tinggi, serta tantangan dan keutamaan yang bisa didapatkan dari kehidupan sederhana namun bermakna tersebut.

Selepas itu, peserta diberikan waktu untuk istirahat mulai pukul 20.50 WIB hingga pukul 03.00 dini hari. Waktu istirahat ini sangat penting untuk memulihkan energi agar peserta bisa kembali mengikuti kegiatan esok hari dengan optimal.

Pada pukul 03.00 WIB dini hari, kegiatan salat Tahajud berjamaah dimulai. Ini merupakan salah satu agenda yang memiliki nilai spiritual tinggi dan menjadi ciri khas kegiatan pesantren. Para peserta merasakan suasana yang tenang dan khusyuk dalam bermunajat kepada Allah di sepertiga malam terakhir.

Kemudian, kegiatan dilanjutkan dengan salat Subuh berjamaah pada pukul 04.00 – 04.30 WIB. Setelahnya, para peserta mengikuti ngaji pagi yang dimulai pukul 06.00 hingga 07.00 WIB. Dalam sesi ngaji ini, peserta diajak untuk membaca dan memahami ayat-ayat Al-Qur’an sekaligus memetik nilai-nilai moral dan kehidupan darinya.

Setelah ngaji, peserta diberi waktu untuk sarapan pagi pada pukul 07.00 – 07.30 WIB. Sarapan disediakan oleh panitia, dan suasana kebersamaan sangat terasa saat para peserta duduk bersama dan saling berbagi cerita pengalaman semalam.

Pada pukul 08.00 – 08.40 WIB, peserta melaksanakan kegiatan Roan atau bersih-bersih lingkungan pesantren. Kegiatan ini bertujuan membentuk sikap tanggung jawab dan cinta kebersihan dalam diri setiap peserta. Mereka membersihkan lingkungan sekitar Pesantren Mahasiswa An Najah dengan penuh semangat, menciptakan suasana yang bersih dan nyaman.

Akhirnya, seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi Sayonara atau perpisahan pada pukul 08.40 – 09.00 WIB. Dalam momen ini, banyak peserta yang merasa terharu karena telah melalui satu malam penuh makna bersama teman-teman baru dalam suasana pesantren. Ada yang mengungkapkan rasa syukur, kebahagiaan, bahkan keinginan untuk kembali merasakan suasana seperti ini di kemudian hari.

 

Penutup

Kegiatan Orientasi Pesantren Lingkungan (OPL) LP3I College Purwokerto ini berjalan dengan lancar dan sukses. Seluruh peserta menunjukkan antusiasme tinggi serta semangat kebersamaan yang luar biasa. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mendapat pengalaman spiritual yang mendalam, tetapi juga pelajaran tentang pentingnya menjaga kebersihan, menghormati sesama, dan menjunjung tinggi nilai-nilai agama.

Panitia mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta, pengasuh pondok, serta semua pihak yang telah membantu menyukseskan kegiatan ini. Harapan ke depannya, kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan dan menjadi budaya positif yang melekat dalam kehidupan mahasiswa LP3I College Purwokerto.

IMG-20221010-WA0064 (1)

Dari Kesederhanaan Menuju Keberkahan : Perjalanan Hidup K.H. Prof. Dr. Mohammad Roqib, M.Ag.

Kisah hidup K.H. Prof. Dr. Mohammad Roqib, M.Ag., yang dituturkan langsung oleh beliau kepada para santri pada momen miladnya yang ke-57 Tahun, pada tanggal 16 Agustus 2025, sekaligus bertepatan dengan acara refleksi kemerdekaan RI, adalah kisah penuh inspirasi. Dalam suasana khidmat tersebut, beliau berbagi perjalanan hidupnya dari masa kecil di desa yang sederhana hingga mencapai derajat sebagai kiai, rektor dan profesor.

(K.H. Prof. Dr. Mohammad Roqib, M.Ag. memberikan potongan tumpeng Miladnya kepada Gus Anjaha Naufal Muhammad, S.Sos., 16/08)

Bukan untuk berbangga diri, melainkan untuk menanamkan semangat juang kepada para santri: bahwa kesederhanaan bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita. Semangat belajar, rasa ingin tahu yang tak pernah padam, serta doa dan ridha orang tua dan guru adalah kunci keberkahan hidup.

Apa yang beliau kisahkan menjadi teladan nyata, bahwa dari keterbatasan justru lahir kekuatan, dan dari kesungguhan menuntut ilmu lahirlah kemuliaan.

Sekilas tentang Kelahiran dan Masa Kecil K.H. Prof. Dr. Mohammad Roqib, M.Ag.

K.H. Prof. Dr. Mohammad Roqib, M.Ag., lahir pada waktu subuh di bulan Ramadhan. Proses kelahirannya dibantu oleh seorang dukun bayi bernama Ny. Daripah. Sejak kecil, beliau dikenal sebagai anak yang penuh rasa ingin tahu dan memiliki keinginan belajar yang tinggi.

Masa kecilnya diwarnai dengan berbagai pengalaman sederhana namun sarat makna. Ketika melihat anak-anak bermain sepak bola, beliau ingin menjadi pemain sepak bola. Seusai menonton film laga, keesokan harinya ia menirukan adegan silat dengan penuh semangat, sampai-sampai berlari dan meloncat-loncat membawa pisau di kebun. Sifatnya yang mudah penasaran menjadikan beliau gemar meniru hal-hal baru yang ditemuinya.

Pendidikan dan Rasa Ingin Tahu

Sifat ingin tahu itu tidak pernah padam, bahkan semakin berkembang seiring bertambahnya usia. Saat menempuh pendidikan tinggi, beliau melihat ada mahasiswa yang fasih berbahasa Inggris. Tanpa ragu, beliau langsung mendaftar kursus bahasa Inggris. Hampir setiap hari diisi dengan membaca berbagai literatur, khususnya karya-karya tokoh besar yang menginspirasi.

Meski demikian, pada masa mudanya beliau tidak pernah membayangkan akan menjadi seorang profesor, rektor, atau bahkan kiai. Hal itu terasa mustahil, mengingat latar belakang pendidikannya yang sangat sederhana. Sekolah yang ditempuhnya kala itu berdinding tembok bolong, jauh dari fasilitas memadai. Kehidupan masa kecilnya pun diwarnai kesederhanaan tidak pernah mengenal konsep “empat sehat lima sempurna”, karena makan apa adanya sudah dianggap cukup.

Namun, justru dari kesederhanaan itulah tumbuh semangat pantang menyerah. Bekal utama beliau bukanlah fasilitas, melainkan rasa ingin tahu, kegigihan, dan kesungguhan dalam menuntut ilmu.

Menghormati Orang Tua dan Guru

Dalam perjalanan hidupnya, K.H. Prof. Dr. Mohammad Roqib, M.Ag., selalu menekankan pentingnya berkhidmat kepada orang yang berjasa, terutama orang tua dan guru. Sejak kecil, beliau memang dikenal cukup keras kepala (ngeyelan). Namun, jika mendapat perintah dari orang tua atau guru, beliau akan melaksanakannya dengan penuh hormat.

Beliau sangat dekat dengan ibunya. Bahkan, kisah tentang ibunya sering membuat hatinya tersentuh. Tidak ada seorang pun yang boleh menyakiti ibunya; jika ada yang berani berlaku kasar, beliau pasti akan membela.

Sejak kecil beliau memang banyak tingkah, namun tetap menjunjung tinggi doa dan restu orang tua serta guru. Kepada santri-santrinya, beliau selalu mengingatkan: “jangan sekali-kali menyakiti hati mereka. Tanpa menyakiti saja, kita belum bisa membalas jasa-jasa mereka, apalagi kalau sampai melukai. Karena itu, wahai santri-santri An Najah, buatlah hati orang tua bangga dan senang dengan dirimu. Orang tua tentu mengimpikan anak yang berprestasi, tetapi prestasi yang paling utama adalah akhlakul karimah”.

Lika-Liku Perjalanan Hidup di Yogyakarta

Saat melanjutkan pendidikan di Yogyakarta, beliau menjalani kehidupan yang penuh perjuangan. Waktunya terbagi antara mondok di pesantren, kuliah di perguruan tinggi, berorganisasi dan bekerja untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Kesibukan itu tidak membuatnya menyerah, justru semakin melatih kedisiplinan dan ketekunan.

Setelah berhasil menyelesaikan studi, beliau diterima sebagai dosen di IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Tidak lama kemudian, beliau mendapat penugasan mengajar di Purwokerto. Sejak saat itu, perjalanan bolak-balik dengan bus ekonomi dari Purwokerto ke Yogyakarta menjadi rutinitas yang dijalani.

Selama kurang lebih delapan tahun, beliau menempuh perjalanan jauh tersebut dengan penuh kesabaran dan keteguhan hati. Meski lelah, beliau tidak pernah mengeluh, sebab baginya mengajar adalah amanah dan pengabdian. Pengalaman panjang itu semakin membentuk pribadi beliau yang tangguh, sederhana, dan berkomitmen tinggi pada ilmu dan pendidikan.

Dari Anak Desa Menjadi Profesor

Kini, K.H. Prof. Dr. Mohammad Roqib, M.Ag., dikenal sebagai seorang kiai sekaligus sebagai pengasuh utama Pesantren Mahasiswa An Najah Purwokerto, pernah menjabat sebagai Rektor UIN Saizu Purwokerto, hingga kini telah meraih gelar profesor/guru besar dalam bidang Ilmu Pendidikan di UIN Saizu Purwokerto. Siapa sangka, seorang anak desa yang pernah bersekolah di Madrasah Ibtidaiyah (MI) dengan gedung sederhana dan dinding-dindingnya bolong, mampu menempuh perjalanan panjang hingga mencapai puncak akademik dan spiritual.

Bagi beliau, semua pencapaian itu bukan karena kemewahan atau keistimewaan, melainkan berkat semangat belajar, rasa ingin tahu yang tak pernah padam, serta penghormatan tulus kepada orang tua dan guru. Beliau selalu menegaskan bahwa prestasi tertinggi seorang anak bukan hanya keberhasilan akademik, melainkan akhlakul karimah yang dapat membanggakan hati orang tua.

Di atas semuanya, beliau meyakini bahwa keberhasilan hidupnya tidak lepas dari doa dan ridha orang tua serta guru-gurunya. Itulah sumber keberkahan yang mengantarkan dirinya dari anak desa sederhana menjadi seorang profesor, kiai, dan pemimpin umat. (IS)

Pesma An Najah Purwokerto: Pesantren dengan Program Tahfidzul Qur’an dan Prestasi Progresif

AnnajahNews, Purwokerto – Pesantren Mahasiswa An Najah hadir sebagai Pesantren dengan program Tahfidzul Qur’an yang memadukan program hafalan Al-Qur’an dengan pembinaan prestasi mahasiswa. An Najah dirancang untuk melahirkan generasi Qur’ani yang cerdas, berkarakter, dan siap menjadi pemimpin muda berakhlak mulia.

Program Takhasus Tahfidz Qur’an di Pesantren Mahasiswa An Najah memiliki kategori yang fleksibel sesuai kemampuan santri:

  • Program Hafalan 1–30 Juz: Target penuh hafalan Al-Qur’an selama masa studi dengan metode talaqqi, muraja’ah, dan bimbingan intensif.
  • Program Hafalan 1–15 Juz: Fokus pada hafalan 15 juz dengan penguatan tahsin dan tajwid.
  • Program Hafalan Juz 30 dan Surat-Surat Pilihan: Khusus untuk mahasiswa yang ingin menguatkan hafalan surat penting seperti Yasin, Ar-Rahman, Al-Waqi’ah, Al-Mulk, dan lainnya.

Selain program tahfidz, An Najah juga fokus membentuk santri berprestasi dengan program Prestasi Progresif melalui bimbingan akademik, lomba karya tulis, riset ilmiah, pelatihan public speaking, serta pengembangan kepemimpinan profetik (prophetic leadership). Santri juga dibekali dengan program kelas bahasa (Arab, Inggris, dan Jawa Kromo), pelatihan kepenulisan (LKTI, esai, jurnal ilmiah, dan karya sastra), program percepatan kuliah, serta keterampilan kreatif seperti desain grafis dan fotografi untuk mendukung daya saing di era digital.

“Pesantren Mahasiswa An Najah ingin menghadirkan generasi muda yang tidak hanya hafal Qur’an, tetapi juga unggul dalam prestasi. Dengan pembinaan terstruktur, santri mampu menyeimbangkan hafalan, studi, dan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujar K.H. Prof. Dr. Mohammad Roqib, M.Ag., Pengasuh Pesantren Mahasiswa An Najah.

Dengan tagline “Muda, Qur’ani, Berprestasi”, An Najah menjadi ruang tumbuhnya hafidz-hafidz muda yang siap membawa cahaya Al-Qur’an di tengah tantangan zaman.

Tentang Pesantren Mahasiswa An Najah

Pesantren Mahasiswa An Najah adalah lembaga pendidikan berbasis pesantren khusus mahasiswa dengan fokus utama pada tahfidzul Qur’an (1–30 Juz), pengembangan prestasi akademik, dan pembentukan kepemimpinan profetik melalui berbagai Organisasi Santri Mahasiswa (OSMA). Sebagai nilai tambah, An Najah juga dikenal sebagai Pesantren Kepenulisan: Karya Ilmiah dan Sastra, memberikan wadah bagi santri untuk berkarya melalui literasi, riset, dan publikasi ilmiah.

Penerimaan Santri Baru Tahun Dirosah 2025/2026

Pesantren Mahasiswa An Najah membuka Penerimaan Santri Baru Tahun Dirosah 2025/2026. Informasi pendaftaran dapat diakses melalui tautan berikut: https://linktr.ee/informasi_PSB_Annajah_25 atau datang langsung ke Kantor Pesma An Najah Purwokerto, Jl. Moh. Besar No. 10, Kutasari, Kec. Baturraden, Banyumas.

 

Pelatihan Jurnalistik Pesma An Najah (1)2

Pelatihan Jurnalistik Pesma An Najah dan Universitas AMIKOM Purwokerto: Membekali Santri Mahasiswa dengan Ilmu Jurnalistik, SEO, dan AI

Pada Sabtu, 17 Mei 2025, Pesantren Mahasiswa (Pesma) An Najah Purwokerto bekerja sama dengan Universitas AMIKOM Purwokerto mengadakan pelatihan jurnalistik yang berlangsung di Lab 1 Gedung Utama Universitas AMIKOM. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam membekali para santri mahasiswa dengan kemampuan jurnalistik dasar, penguasaan SEO, serta pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam pembuatan dan pengelolaan artikel.

Pelatihan ini diikuti oleh 10 santri mahasiswa dari Pesma An Najah, dengan menghadirkan dua narasumber dari Universitas AMIKOM Purwokerto, yaitu Rahman Rosyidi dan Andi Dwi Riyanto, yang keduanya berpengalaman di bidang jurnalistik digital dan teknologi informasi.

Tujuan Pelatihan Jurnalistik

Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman dasar tentang jurnalistik modern, sekaligus mengenalkan peserta pada strategi menulis artikel yang SEO-friendly dan pemanfaatan teknologi AI dalam proses penulisan konten digital. Melalui pelatihan ini, para santri diharapkan dapat menghasilkan karya jurnalistik berkualitas yang mampu bersaing di dunia maya, serta memahami bagaimana artikel mereka dapat muncul di hasil pencarian Google.

Materi Pelatihan

Kegiatan pelatihan ini berlangsung selama tiga jam, dari pukul 09.00 hingga 12.00 WIB. Selama sesi tersebut, peserta mendapatkan materi yang terbagi menjadi tiga pokok bahasan utama:

1. Dasar-Dasar Jurnalistik

Materi pertama difokuskan pada pengenalan prinsip-prinsip dasar jurnalistik, termasuk teknik menggali informasi, penulisan berita yang objektif, serta struktur artikel yang baik. Para santri diajarkan mengenai elemen 5W + 1H (What, Who, When, Where, Why, dan How) yang menjadi fondasi dalam menyusun berita yang informatif dan faktual.

Dalam sesi ini, Rahman Rosyidi menekankan pentingnya etika jurnalistik, terutama dalam menjaga kredibilitas penulis dan media. Ia juga mengajak peserta untuk aktif menulis tentang kegiatan-kegiatan positif yang terjadi di lingkungan pesantren dan kampus sebagai bentuk kontribusi terhadap literasi publik.

2. Pengenalan SEO (Search Engine Optimization)

Sesi kedua dipandu oleh Andi Dwi Riyanto yang menjelaskan mengenai Search Engine Optimization (SEO), sebuah teknik yang digunakan agar konten dapat ditemukan dengan mudah di mesin pencari seperti Google.

Materi ini mencakup:

  • Pemilihan kata kunci (keyword) yang relevan
  • Penempatan keyword pada judul, subjudul, paragraf awal, dan meta description
  • Penggunaan heading tags (H1, H2, H3) untuk struktur konten
  • Optimasi gambar dan internal linking
  • Pentingnya konten orisinal dan berkualitas

Peserta juga diajak untuk melakukan praktik langsung dengan membuat artikel pendek yang mengandung kata kunci tertentu. Latihan ini bertujuan untuk membiasakan para santri membuat konten digital yang tidak hanya menarik secara isi, tapi juga mudah ditemukan secara online.

3. Pemanfaatan AI dalam Pembuatan dan Pengelolaan Artikel

Materi terakhir membahas tentang pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam dunia jurnalistik modern. Para peserta dikenalkan dengan berbagai tools AI yang dapat digunakan untuk membantu penulisan artikel, seperti:

  • AI untuk riset topik dan pengumpulan data
  • AI copywriting tools seperti ChatGPT
  • Tools AI untuk pemeriksaan tata bahasa dan plagiarisme
  • Otomatisasi dalam manajemen konten dan distribusi artikel

Dengan bimbingan narasumber, peserta mencoba membuat artikel menggunakan bantuan AI dan kemudian mengeditnya secara manual agar lebih humanis dan sesuai dengan gaya penulisan jurnalistik. Diskusi juga mencakup etika penggunaan AI, di mana peserta diingatkan untuk tidak sepenuhnya menggantungkan pada mesin, namun menjadikannya sebagai alat bantu yang mempercepat dan mempermudah proses kreatif.

Antusiasme Peserta

Meskipun jumlah peserta hanya 10 orang, antusiasme mereka sangat tinggi. Hal ini terlihat dari interaksi aktif saat sesi tanya jawab, serta semangat dalam mengikuti simulasi penulisan artikel. Salah satu peserta, Ahmad, mengungkapkan bahwa pelatihan ini sangat membuka wawasan mereka tentang bagaimana dunia jurnalistik berkembang di era digital saat ini.

“Saya baru tahu kalau ada teknik khusus supaya artikel bisa muncul di Google. Biasanya saya menulis langsung saja, sekarang jadi tahu pentingnya SEO dan bagaimana AI bisa membantu,” ujarnya.

Harapan dan Tindak Lanjut

Setelah pelatihan ini, pihak Pesma An Najah berencana untuk membuat media digital internal yang dikelola langsung oleh santri mahasiswa. Media ini akan menjadi wadah bagi mereka untuk mempraktikkan ilmu yang telah diperoleh, sekaligus menjadi sarana menyuarakan berbagai aktivitas dan prestasi dari lingkungan pesantren.

Universitas AMIKOM Purwokerto pun membuka peluang kerja sama lanjutan, seperti mentoring jurnalistik rutin, pelatihan lanjutan SEO, serta pengembangan media digital berbasis website yang dikelola oleh para santri.

Kesimpulan

Pelatihan jurnalistik yang diadakan oleh Pesma An Najah Purwokerto bekerja sama dengan Universitas AMIKOM merupakan langkah progresif dalam menghadirkan santri yang melek teknologi dan literasi digital. Dengan bekal pengetahuan jurnalistik dasar, teknik SEO, dan pemanfaatan AI, para peserta kini memiliki kemampuan lebih untuk menghasilkan konten yang berkualitas, informatif, dan relevan di era informasi saat ini.

Pelatihan semacam ini patut diapresiasi dan dilanjutkan secara berkelanjutan agar generasi muda, khususnya santri mahasiswa, dapat menjadi agen perubahan dalam menyebarkan informasi positif melalui platform digital.

IMG_20250303_214200

SMP Sains An Najah Purwokerto: Kado Istimewa Harlah Pesma An Najah ke-15

Purwokerto – Sebagai bagian dari perayaan Hari Lahir (Harlah) Pesantren Mahasiswa (Pesma) An Najah Purwokerto yang ke-15, Pesma An Najah memberikan kado istimewa berupa pendirian SMP Sains An Najah Purwokerto. Pendirian sekolah ini menandakan komitmen Pesma An Najah dalam terus berinovasi dan berkontribusi dalam dunia pendidikan.

“SMP Sains An Najah adalah bentuk konkret dari upaya kami untuk mencetak generasi penerus yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan akhlak yang mulia,” ungkap K.H. Prof. Dr. Moh. Roqib, M.Ag.

Perayaan Harlah ke-15 diwarnai oleh berbagai acara, antara lain haflah wal ikhtitam, pengajian akbar, lomba baca puisi dan storytelling untuk pelajar SD/MI sederajat, serta shawalatan dan tasyakuran. Puncak acara diisi dengan pemotongan tumpeng oleh Pengasuh Pesma An Najah sebagai simbol rasa syukur atas pencapaian yang telah diraih. Acara ini dihadiri oleh Pengasuh Pesma An Najah, pengurus yayasan, para asatidz/asatidzah, tim pendiri SMP, dan santri Pesma An Najah (03/04).

SMP Sains An Najah diharapkan menjadi wadah bagi para siswa untuk mengembangkan potensi akademik dan non-akademik mereka, serta menanamkan nilai-nilai agama dan karakter kepemimpinan profetik. “Pendirian sekolah ini telah direncanakan lama dan mendapat dukungan dari ulama dan pemerhati pendidikan. Kami berharap lembaga ini dapat mencetak generasi muda yang tidak hanya memiliki kekuatan iman dan taqwa, tetapi juga kompetensi intelektualitas dan kompetensi social leadership yang kuat untuk menghadapi tantangan masa depan,” ungkap K.H. Prof. Dr. Moh. Roqib, M.Ag.

Menurut K.H. Prof. Dr. Moh. Roqib, M.Ag., dunia Islam dan dunia pada umumnya membutuhkan kader-kader tangguh yang tidak hanya memiliki intelektualitas yang memadai, tetapi juga akhlak mulia dan spiritualitas yang tinggi. “Kebutuhan akan tokoh masa depan  harus ditopang oleh lembaga pendidikan yang bagus yang memang  didesain  secara integratif untuk anak-anak kita”, imbuhnya.

Sebagai bagian dari pengembangan Pesma An Najah yang telah berdiri selama 15 tahun, pendirian SMP Sains An Najah juga mendapat dukungan penuh dari alumni dan masyarakat setempat. Sekolah ini membuka pendaftaran untuk tahun ajaran 2025/2026 dan siap menerima siswa yang ingin melanjutkan pendidikan dengan pendekatan ilmiah dan berbasis pesantren.

Tentang Pesma An Najah
Pesma An Najah Purwokerto didirikan dengan tujuan untuk mencetak generasi muda yang unggul dalam ilmu pengetahuan, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan zaman. Dalam usianya yang ke-15, Pesma An Najah terus mengembangkan berbagai program pendidikan untuk menciptakan generasi muda yang cerdas, inklusif, dan humanis, serta mampu menjadi key person di lingkungan mereka.

Berikut Informasi Pendaftaran Peserta Didik Baru SMP Sains An Najah Tahun Ajaran 2025/2026!

d62a9adf-834a-4766-9ca5-ecb65be45ae7

K.H. Prof. Dr. Mohammad Roqib, M.Ag. Jalin Kerjasama dengan KRIRK University Bangkok, Thailand

AnnajahNews – Jajaran Pimpinan Pascasarjana Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto lakukan kunjungan untuk jalin kerjasama dengan KRIRK University di Bangkok, Thailand.

baca juga https://pesmaannajah.com/k-h-prof-dr-mohammad-roqib-kembali-dikukuhkan-sebagai-ketua-fkub-banyumas-masa-bakti-2024-2029/

Dalam kunjungan yang berlangsung selama 3 hari (9-11 Oktober 2024) ini, Pengasuh Pesantren Mahasiswa An Najah Purwokerto, K.H. Prof. Dr. Mohammad Roqib, M.Ag. selaku Direktur Pascasarjana UIN Saizu Purwokerto, beserta Wakil Direktur (Dr. Attabik, M.Ag.), Kaprodi S3 Studi Islam (Prof. Dr. Rohmat, M.Ag., M.Pd.) dan Kasubag TU (H. Zaeni Isma’il, M.A.), turut serta juga Direktur International Office UIN Saizu Purwokerto (Dr. Mohamad Shobirin, S.Th.I., M.Hum.) melangsungkan kunjungan Internasional guna menjalin kerjasama dengan pihak KRIRK University Bangkok, Thailand.

https://pps.uinsaizu.ac.id/ https://www.krirk.ac.th/en/

Menurut K.H. Prof. Dr. Mohammad Roqib, M.Ag., maksud dan tujuan kunjungan ini adalah untuk menjajaki kemungkinan terjalinnya kerjasama Internasional, serta untuk menyelenggarakan perkuliahan oleh tamu (Guest Lecture) antar kedua Institusi.

Diharapkan dengan hubungan kerjasama Internasional ini mampu membuka peluang kolaborasi dalam berbagai bidang akademik, baik dalam bidang penelitian, Guest Lecture, Visiting Scholar, maupun Student Exchange yang mampu meningkatkan mutu akademisi Pascasarjana UIN Saizu Purwokerto.

Selain untuk memperkuat jejaring internasional, kegiatan kunjungan internasional ini juga membuka peluang diskusi guna pengembangan progam studi, peningkatan kapasitas dosen, serta pengembangan penelitian bersama yang akan memberikan dampak positif bagi pengembangan akademik UIN Saizu di masa yang akan datang.

“Kunjungan kerjasama ini kami harapkan dapat meningkatkan mutu akademik Pascasarjana UIN Saizu dan membangun kerjasama yang baik dengan KRIRK University.” ungkapnya.

Harapan besar dimiliki oleh Jajaran Pimpinan Pascasarjana UIN Saizu Purwokerto dengan rasa optimis tinggi bahwa kerjasama ini akan terjalin, yang mana ini merupakan langkah konkret Pascasarjana UIN Saizu untuk menobatkan diri sebagai Institusi Pendidikan Tinggi yang berwawasan global dan mampu mengembangkan diri menjadi kampus yang Unggul, Progesif serta Integratif dalam Pengembangan Multidisiplin Ilmu dalam kancah Internasional.