AnnajahNews– Pesantren Mahasiswa (Pesma) An Najah Purwokerto secara resmi melantik jajaran pengurus baru yang terdiri dari Pengurus Pusat, Madrasah Diniyyah, Pengurus Komplek, serta OSMA (Organisasi Santri Mahasiswa). Prosesi pelantikan dilaksanakan di serambi Masjid Pesma An Najah dan dipimpin langsung oleh Pengasuh Pesma, K.H. Prof. Dr. Mohammad Roqib, M.Ag (4/4).
Pelantikan ini menjadi momentum strategis dalam melanjutkan estafet kepemimpinan sekaligus memperkuat sistem organisasi yang adaptif dan inklusif. Dalam struktur terbaru, Pengurus Pusat dibentuk secara integratif antara santri putra dan putri, sebagai wujud sinergi, kesetaraan, dan penguatan tata kelola organisasi berbasis kolaborasi.
Adapun yang dilantik sebagai Lurah Pesma adalah Najah Puput Masruri, yang diharapkan mampu mengemban amanah kepemimpinan dengan visi yang progresif dan integratif. Sementara itu, posisi Direktur Madrasah Diniyyah (Madin) diamanahkan kepada Amin Ma’ruf, yang akan mengawal penguatan tradisi keilmuan dan pendidikan keagamaan di lingkungan Pesma.
Pada kesempatan tersebut, K.H. Prof. Dr. Mohammad Roqib, M.Ag. menyampaikan lima pesan kunci yang sarat makna dan relevansi kontekstual bagi para pengurus yang baru dilantik.
Pertama, kepemimpinan adalah amanah yang berkaitan erat dengan iman, aman, dan imun.
Kepemimpinan tidak sekadar jabatan struktural, tetapi merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. Iman menjadi fondasi moral, “aman” mencerminkan kemampuan menghadirkan rasa kepercayaan dan ketenangan dalam organisasi, sementara “imun” menunjukkan ketahanan pemimpin dari godaan penyimpangan, konflik, dan kepentingan pribadi.
Kedua, kaderisasi adalah keniscayaan dalam kehidupan organisasi.
Setiap individu harus siap dalam tiga fase: siap memimpin, siap digantikan, dan siap “lengser”. Prinsip ini menegaskan pentingnya regenerasi yang sehat. Organisasi yang ingin terus maju harus memiliki sistem kaderisasi yang kuat dan berkelanjutan.
Ketiga, menumbuhkan mental “jika orang lain bisa, saya juga bisa.”
Semangat ini menjadi energi penting dalam membangun kepercayaan diri dan daya juang. Ikhtiar maksimal perlu disertai kesadaran bahwa takdir memiliki jalannya sendiri—dan pada akhirnya, setiap orang akan menemukan perannya masing-masing.
Keempat, kesuksesan akan lebih mudah diraih melalui kolaborasi.
Tidak ada keberhasilan besar yang dicapai secara individual. Sinergi antar pengurus, lintas unit, serta kekompakan tim menjadi fondasi utama dalam mewujudkan program yang berdampak.
Kelima, tidak ada sosok hebat dan berpengaruh tanpa organisasi.
Organisasi merupakan ruang pembelajaran dan penggemblengan kepemimpinan. Dari sinilah lahir pribadi-pribadi yang tangguh, visioner, dan mampu memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.
Pelantikan ini diharapkan menjadi titik awal bagi para pengurus untuk menjalankan amanah dengan penuh integritas, tanggung jawab, dan semangat pengabdian. Dengan kepemimpinan yang integratif serta kaderisasi yang kuat, Pesma An Najah Purwokerto optimis mampu melahirkan generasi santri mahasiswa yang unggul, berdaya saing, dan berkontribusi luas bagi umat dan bangsa. (IS)
Leave A Comment